“Tarbiyah” untuk semua, selamanya..

Juli 9, 2009

Pewaris surga

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — upikjoe @ 5:47 am

Mereka adalah pewaris surga
Manusia yang disayangi Allah
Alangkah indah bila hati mengenalnya
Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

Yang pertama orang yang beriman kepada Allah, iman di hati mulut dan langkahnya
Yang kedua orang yang menjauh dari segala perkara-perkara yang tiada guna
Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya
Yang keempat yang menjaga kemaluannya
Yang kelima orang yang memelihara amanat
Yang keenam orang yang penuhi janjinya
Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga waktu dan khusyu setiap sholatnya

Mereka adalah orang yang dirindu surga
Surga firdauslah tempat kembali mereka

Juli 3, 2009

Tentang Imam Mahdi

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — upikjoe @ 9:11 am

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)

“Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin sholat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini.” (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — upikjoe @ 8:41 am

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. “
Iblis segera menimpali: ” tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

rumahzakat.org

Juni 29, 2009

“Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat…”

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — upikjoe @ 8:56 am

Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.

Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an ( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.
Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. “Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua.” cerita Pak Azis.”Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja.”

Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu.. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak Azis tetap merasa gelisah, stres & selalu tidak tenang. “Seperti orang patah hati, Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah.”cerita Pak Azis lagi.

Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stres. Padahal, sebelum kejadian angin puting-beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena punya penghasilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut, beliau bertanya dalam hati : “apa sih yang kurang” apa salahku ” ?

Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam “Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini, sudah pernah saya inapi.” Setahun lebih cara tersebut ia jalani, sampai kemudian akhirnya saya bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan keseharian seperti sediakala.

“Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya.”

“Lebih tenang ? Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu ?”

“Di masjid itu ‘kan tidak sekedar tidur, Ndra. Kalau ada shalat malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dan tahajjud. Karena terbiasa, tahajjud juga jadi terasa enak.

Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang lima itu jadi kurang enaknya, kalau saya lalaikan. Begitu, Ndra.”

“Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong shalat-nya, Pak Azis ?”
“Alhamdulillah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama itu adalah shalat. Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan aja.”
“Selingan ?”
“Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban shalat, Ndra.”

Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah Pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun sudah pada pergi ke samping rumah, menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel, sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya : “Kerja itu cuma selingan, Ndra. Untuk menunggu waktu shalat…”

Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat, cuma selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. Padahal shalat yang akan bantu kita nantinya…( sungguh saya orang yang merugi..)

Kadang-kadang waktu shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum selesai, atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri.

Itulah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebih semangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat nanti.

padahal dunia ini akan saya tinggalkan.. juga ……….kenapa saya begitu bodoh..

Saya lupa, bahwa shalat adalah yang utama.

Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu..

Kematian Hati

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — upikjoe @ 4:36 am

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

(pk-sejahtera.org)

Juni 24, 2009

Syaikhut Tarbiyah dalam Asasiyat Tarbawi

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, — upikjoe @ 1:26 am

Seonggok kemanusiaan terkapar.
Siapa yang mengaku bertanggung-jawab?
Tak satu pun.
Bila semua pihak menghindar, biarlah saya menanggungnya,
semua atau sebagiannya.
Saya harus mengambil alih tanggung-jawab ini,
dengan kesedihan yang sungguh,
seperti saya menangisinya
saat pertama kali menginjakkan kaki
di mata air peradaban modern,
beberapa waktu yang silam.

Sebegitukah puncak ketinggian yang kalian capai?
Lelaki dan perempuan yang melakonkan kedamaian dan harmoni.
Di taman-taman kota mereka bersama.
Di bus dan kereta api.
Begitu santun dan hangat basa-basi antar pasangan.
Apa yang kau simpan dibalik apartemen
yang telah menjadi kotak-kotak merpati
yang kering, dingin dan mati rasa

(Rahmat Abdullah, “Sebuah kesaksian”, Asasiyat, Tarbawi, 74)

Ilmu yang sekedar memenuhi otak kepala,..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — upikjoe @ 1:11 am

Ilmu yang sekedar memenuhi otak kepala, telah seringkali memunculkan orang-orang terkenal tanpa hati nurani.
“Berapa banyak orang menguasai teori ilmu serta dikenal dan dihormati sebagai ilmuwan dan ulama, namun kehilangan potensi hati nurani. Bashirahnya tertutup limbah dunia, membuat cahayanya tak tembus menerangi jalan. (KH Rahmat Abdullah ,”Asasiyat” Tarbawi, ‘Bashirah’)

Juni 10, 2009

Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , , , — upikjoe @ 6:59 am

Dalam hadis, banyak riwayat yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW tertawa ketika menemukan sesuatu yang menyenangkannya dan bahkan sering bersenda gurau meskipun tidak sampai melewati batas yang hak. Nabi Sulaeman juga dikisahkan dalam al-Quran tertawa ketika beliau mendengar teriakan seekor semut yang mengomandoi kawan-kawannya untuk masuk sarang agar tidak terinjak Nabi Sulaeman dan bala tentaranya. “Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.” (QS, al-Naml [27] :19)

”Dan bahwasannya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (QS, al-Najm [53];43)
Orang yang melakukan dosa dalam keadaan tertawa akan dijebloskan ke dalam neraka dalam keadaan menangis dan orang yang melakukan ketaatan dalam keadaan menangis akan dimasukkan oleh Allah ke surga dalam keadaan tertawa.” (Ahli Zuhud)

Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia yang paling cerdas ialah yang terbanyak mengingat kematian dan yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas, dan mereka akan pergi ke akhirat dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat. (HR, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).

Juni 7, 2009

Surat dari seorang sister di Ghaza…(Must Read and Forward it)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — upikjoe @ 12:46 am

Assalamualaikum

Saudaraku muslim dan muslimah, dalam kesempatan ini aku ingin mengirim pesan dari saudaramu di Ghaza. simaklah kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja entah itu orang yang kalian kenal ataupun yang tidak kalian kenal

Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat, Alhamdulillah meskipun kami tidak memiliki air yang memadai dan kalaulah ada, air itu sudah terpolusi dan kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. ketika kami memiliki uang maka oang yang menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya untuk mereka berjalan keluar dan mendapatkan supplai. Kami tidak memiliki gas dan ini sudah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. kami hanya bisa memasak sedikit makanan diatas tungku tungku yang sudah kami siapkan.

Para keluarga laki laki kami telah kehilangan pekerjaannya. mereka menghabiskan keseharian mereka dirumah. Suamiku pergi seharian dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan (kebutuhan) dasar air. Biasanya dia kembali ke rumah dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank, dan Rumah sakitpun jarang yang buka. kami selalu sadar bahwa nyawa kami terancam setiap kali kami keluar rumah.

Mereka (zionis) memberikan jam malam antara pukul 1 hingga 4 sore. kami bisa keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan supplai, kata mereka, tapi itu semua bohong! seringnya jutsru mereka menggunakan kesempatan itu untuk menambah jumlah syuhada dalam daftar mereka.

kami makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu adalah kemewahan. mereka menggunakan senjata perang kimia di area perbatasan.

setelah semua ini kami diberitahu bahwa orang orang di seluruh dunia berdemo. MashaAllah! Fakta bahwa kalian pergi ke kedutaan2 dan meninggalkan rumah rumah kalian membuat kami merasa bahwa kami tidak sendiri dalam perjuangan ini.

tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah kalian. Sedang kami….Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam aku harus meninggalkan rumahku yang berada di lantai 2 dan tinggal bersama saudara perempuanku di lantai dasar. Jika ada serangan maka lebih cepat bagi kami untuk meninggalkan (gedung) dari lantai dasar.

ya..Kami lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta melihat pesawat pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit bersama anak laki lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu melakukan apa apa.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain Allah. Tetapi ummah juga bertanya tanya dimana tentara tentara kaum muslimin, dimana kemenangan itu?

Jangan lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik kalian tidak sampai kepada kami dan ketika mereka membuka perbatasan hanya segelintir orang yang mendapatkan (sumbangan) itu. Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu segera datang inshaAllah..

wassalam
saudaramu Umm Taqi

.ameeratuljannah.wordpress.com.

Juni 2, 2009

Dialog Imajiner Antar Aktor Sejarah (Bandung-Washington-Gaza)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 1:39 am

Izzudin Al Qassam nampak begitu simpatik dalam senyumya yang lepas. Darahnya yang segar beraroma harum kesturi, menambah suasana damai dan sejahtera (IQ)

Tak kalah simpatik Muhammad Toha dari Bandung dengan pembawaannya yang periang seperti alam Jawa Barat (MT)

Diseberang sana seorang mantan Presiden Thomas Jefferson, Presiden ke-2 dari sebuah negara benua dengan wajah prihatin yang sukar dilukiskan (TJ)

TJ: “Nampaknya kalian begitu bebas, tak ada masa lalu yang cukup menyedihkan atau masa depan yang menakutkan?”

IQ & MT: “Apa yang membebani fikiran anda sehingga wajah anda begitu menggenaskan?”

TJ: “Bangsaku yang dungu itu. Dari awal sudah kuwasiatkan mereka untuk tidak memasukkan ke dalam sistem Amerika sepotong Yahudi pun. Di zamanku imigran mulai berdatangan ke benua harapan itu. Yang paling banyak ya mereka, si spora itu”.

IQ: “Anda koq rasis benar sih?”

TJ: “Bukan karena rasis, tetapi seperti juga Anda tak suka negeri Anda diduduki dan dikhianati. Saya bilang kepada mereka, sekarang belum jadi masalah serius. Nanti kalau mereka sudah menduduki dan merampasi tanah bangsa Palestina, maka Amerika akan terseret2 ke dalam pusaran yang tak jelas dan tak menguntungkan.”

IQ: “Seperti Peramal masa depan?”

TJ: “Ini bukan soal meramal. Sangat mudah diproyeksikan, bagaimana masa depan suatu bangsa yang bagaikan kayu dengan larva-larva yang mulai menetas dan berkembang biak, mulai menggerogotinya. Politik hari ini adalah sejarah hari esok dan politik kemarin adalah sejarah hari ini.”

IQ: “Tetapi kenyataannya koq runyam begitu. Bangsa anda begitu mabuk kepayang dengan kaum yahudi, melawan arus semangat dunia baru hari ini. Dalam konferensi di Afrika Selatan, seluruh negara menilai Israel sebagai negara yang rasis dan pelanggar HAM . Eh, ternyata mau-maunya AS walk out menyertai bangsa Zionis-kolonialis itu.”

TJ: “Nasib kita sama, Kang Toha hancur bersama bom yang diledakannya ke gudang amunisi Belanda, tetapi kini bangsanya sendiri hancur oleh naza, zina, KKN, kolaborasi para pemimpin dengan musuh bangsa. Tuh gadis-gadis casting bugil. Maaf, aku fikir apa aku nggak menghina mereka dengan mengatakan mereka itu gadis, ya? Apa mungkin kalau orang masih bener-bener gadis mau telanjang di depan laki-laki (juga perempuan)asing? bahkan di depan ibunya sendiri juga muaalluu sangat. Lihatlah bangsaku di zamanku, entah karena warisan sentuhan Islam di Spanyol, gadis-gadisnya begitu rapat menutup tubuh mereka, seperti laura dan teman-temannya dalam film The little House in the Praire”

MT: “Alhamdulilah, saya sudah lepas dari tanggung jawab. Tubuhku utuh kembali. Luka dan darah yang harum ini bagaikan mozaik warna yang kaya pada batu-batuan mulia. zamrud, aqiq, zabarjad, Firouz dan lain-lain. Kalau boleh iri, aku sangat iri dengan bangsamu Al Qassam. Tahun 40-an Syaikh Faraghli menjadi panglima Jihad Palestina. Tak masalah gudang senjata di kebunnya terbongkar. Dr. Musthafa As-Siba”i tidak berpangku tangan atau sekedar mengerutkan dahi seperti lazimnya tampilan klasik intelektual. Sampai hari ini bunga-bunga bangsamu luar biasa bermekaran. Para ibu bangga dengan putera-puteri mereka yang syahid”.

TJ: “Ah kalau ibu-ibu bangsaku hari-hari ini, sedang aktif memandangi gadis-gadis mereka yang sedang mempersiapkan carrier untuk perkemahan musim panas, sambil tak lupa menegur, “Eh jangan lupa pilnya ya?” Rasa-rasanya bangsa Kang Toha juga sudah seperti itu.”

MT: “Heroisme dan patriotisme bangsaku sekarang tinggal di desa-desa, di atas panggung kayu 17 Agustus, dengan gadis dan bujang yang memoles wajah mereka hitam-hitam dan mengikat kepala dengan pita merah putih, meningkahi pakaian gerilya di zaman perjuangan fisik. Bangsa Akh Qassam, punya pemuda-pemudi cerdas, peduli bangsa, saleh lagi. Bayangkan ketika mereka dibuang di padang pasir, masih bisa kuliah di alam terbuka, ikut ujian dan lulus cemerlang. Kalian berpotensi membuat bom nuklir. Seperti para belia negeri-negeri ‘ekstremis islam’ yang sedang belajar di Barat. Banyak mereka jadi ahli biogenetika, nuklir, antariksa, bahkan kalau perlu antrax, maksudnya ahli penangkal antrax, lho”.

TJ:”Kalian punya masa depan. Negeriku beserta negeri-negeri yang mengikutinya diperkirakan tahun 2040 cuma punya manula, karena mereka enggan beranak. Seks bebas ya oke. Iklan layanan sosial di negeri Kang Toha juga kampanye seks aman, artinya pakailah pencegah kehamilan. Soal aman dari murka Allah mah, sebodo teuing! Bancinya ingin menambah jumlah 40 juta pasangan sejenis di negeriku.”

IQ: “Negeri anda mempelopori terorisme stigma. Kang Toha secara tak langsung digolongkan ekstremis atau teroris. Media negeri Kang Toha sendiri langsung saja melahap produk bengkel isu zionis. ‘Telah ditangkap dua orang teroris islam ‘,’Telah meledak bom atas nama teroris islam’. Seandainya orang-orang moro di mindanau, (Ia tak sudi menyebutnya philipina selatan. Tak ada dengan Raja Philip atau Magelhans), dengan kekuatan fisik mengusir ‘transmigran’ paksa dari utara yang tandus merambah negeri mereka yang subur makmur, apa salahnya? Kami berhak perangi siapa saja di Palestina yang disusuki Zionis. Menyerang penduduk sipil?Ini kondisi perang jangka panjang sampai Palestina merdeka. Sejak awal terutama ketika si jagal Sharonmempersenjatai penduduk perumahan di atas tanah rampasan dengan berbagai senjata modern, selesai sudah sipil militer. Ultra sipil beralasan untuk dibunuh karena menduduki hak milik bangsa yang dirampas Zionis dengan dukungan penuh Kerajaan Britania (UK) dan negara Mr. TJ cs. Dimana Terorismenya?”

MT: “Apa ga ada yang mengingatkan pemerintah negeri Mr.TJ?”

TJ: “Sebelum bush menuangkan bom curahnya di Afganistan, James Kelley di The United State Pos telah mengingatkan agar dia jangan lagi menambah beban bangsa kami dengan melayani terus keinginan nista Zionis-Israel. Jangan jadikan dunia Arab dan Islam sebagai musuh. Tetapi hanya dalam 2-3 hari masuklah lebih dari 300-an email pendukung Zionis menyerang pandangan tersebut. Hanya ada 5 surat dukungan. Kan di Kang Toha sudah banyak pengguna internet, baik dinas, warnet, maupun rumahan. koq cicing wae?”

MT:”Sehari-hari para karyawan, asyik membuka situs porno, dari mana bisa berkobar semangat jihad. Sudah lagi Bahasa Inggris mereka amburadul, tak mampu berkomunikasi. Kalau ada pengajian di berbagai Islamic Center negeri Mr. TJ, mereka tak mau hadir, kecuali bila ditulis “Khusus Indonesia”. Baik yang kuliah di Barat atau nyantri di Arab, sama-sama kuper kecuali sedikit dan itulah yang pulang membangun bangsa.”

IQ: “Dinasihati Kelley, Mr. Bush Tersinggungkah?

TJ: “Ah, biar dia nyusul kemari.”

* Pilar-pilar Asasi KH.Rahmat Abdullah*

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.