Ribuan langkah kau tapaki, pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu, sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangamu
Semua makhluk bertasbih panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdo’a limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris Nabi duka fana tak berarti
Surga kekal kan abadi, balasan ikhlas dihati
Cerah hati kami, kau semai nilai nan suci
Tegak panji Ilahi, bangkit generasi Rabbani….
Maret 12, 2008
Tributes to KH Rahmat Abdullah & Ust. Madani (Sang Murabbi)
Tersanjungkah..? (KH Rahmat Abdullah)
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.
Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu.Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
….
Hudzaifah Trisakti online – Jakarta