JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'N 'tiLL ThE eNd..

Juli 31, 2008

Interaksi/ khalwat, ikhtilat/bercampur baur..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , , — upikjoe @ 3:44 pm

Menurut an-Nabhani, di dalam ruang publik hukum asal pertemuan laki-laki dan perempuan non-mahram adalah haram, kecuali untuk tiga perkara. Yakni, perkara pendidikan, perkara kesehatan, dan perkara muamalah (seperti jual beli, kontrak dagang, jasa naik angkot, silaturahmi). Meski diperbolehkan di dalam tiga perkara, perempuan dan laki-laki non-mahram tetap terikat aturan seperti tidak boleh berkhalwat dan berikhtilat.

Khalwat adalah aktivitas ‘interaksi’ di antara dua orang dimana orang lain tidak akan dapat masuk ke dalam pembicaraan dua orang tersebut, baik itu dilakukan di ruang publik ataupun ruang privat. Sedangkan ikhtilat adalah ‘interaksi’ laki-laki dan perempuan secara campur baur (tidak dipisah/dihijab) untuk selain tiga perkara di atas.

dari sini

Khusyu’ dalam sembahyang, menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yg tidak berguna,…

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — upikjoe @ 3:20 pm

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) Orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu (zina, homo-lesbi-banci, dll). Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Mu’minun 1-7]

Juli 30, 2008

Sombong, kufur nikmat, lupa daratan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , , , — upikjoe @ 9:28 am

“Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).”

[HR. Al Hakim]

Berbuat baiklah

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 9:26 am

Sesungguhnya siang dan malam itu terus menggerakkan UMURmu, sebab itu berbuatlah untuk memanfaatkan keduanya

[Umar Bin Abdul Aziz]

Juli 28, 2008

Fiqh Prioritas

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 4:38 am

Fiqh prioritas (fiqh al-awlawiyyat) atau istilah al-Shahwah al-Islamiyyah bayn al-Juhud wa al-Tatharruf (yaitu fiqh urutan pekerjaan (fiqh maratib al-a’mal)) . Yang saya maksud dengan istilah tersebut ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. Pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu, dan diterangi oleh akal.

Sehingga sesuatu yang tidak penting, tidak didahulukan atas sesuatu yang penting.
Sesuatu yang penting tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting.
Sesuatu yang tidak kuat(marjuh) tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat (rajih).
Dan sesuatu “yang biasa-biasa” saja tidak didahulukan atas sesuatu yang utama, atau yang paling utama.
Sesuatu yang semestinya didahulukan harus didahulukan, dan yang semestinya diakhirkan harus diakhirkan.
Sesuatu yang kecil tidak perlu dibesarkan, dan sesuatu yang penting tidak boleh diabaikan.

Setiap perkara mesti diletakkan di tempatnya dengan seimbang dan lurus, tidak lebih dan tidak kurang.[Yusud Qardhawi]

Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:
“Dan Allah SWT telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (ArRahman:7-9)

Akhlak baik paling dicintai Rasulullah

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 4:24 am

Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?” Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab “Iya, ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”

[HR Ahmad]

Akhlak Islami

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, — upikjoe @ 4:18 am

Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap, natural, dan refleks. Jadi, jika nilai Islam mencakup semua sektor kehidupan manusia, maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu.

Akhlak = Iman + Amal Shalih

Juli 26, 2008

Puncak kemuliaan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , , , , , — upikjoe @ 1:19 am

Inti ilmu adalah kejelasan dan buahnya keselamatan

Inti kebersihan diri adalah qana’ah dan buahnya adalah rasa lapang

Inti sabar adalah menahan diri dan buahnya adalah kemenangan

Inti amal adalah kesesuaian dan buahnya adalah kesuksesan

Dan puncak kemuliaan segala sesuatu adalah kejujuran

[Imam Syafi'i]

Mulia dengan Islam

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , , — upikjoe @ 1:14 am

“Kita adalah umat yang telah diberikan kemuliaan oleh Allah SWT dengan Islam. Maka bagaimanapun cara kita mencari kemuliaan tanpa Islam, Allah tetap akan menjadikannya sebagai kehinaan”

[Umar Bin Khattab; ketika beliau dan umat Islam hendak bangkit merebut Baitul Maqdis]

Juli 24, 2008

Zuhud..zuhud..zuhud..?

”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”

[Abu Bakar r.a]

Tiga tanda-tanda zuhud, yaitu:

1. Tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang.

2. Sama saja di sisinya orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan.

3. Hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.

[Imam Al-Ghazali]

Yahya bin Yazid berkata, ”Tanda zuhud adalah dermawan dengan apa yang ada.”

Imam Ahmad bin Hambal dan Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah pendeknya angan-angan.”
Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah apa yang tersisa.”

[HR Muslim]

”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, Thabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu kasur?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)

”Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir.”(HR Bukhari).

Ibnu Khafif berkata, ”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa terpaksa.”

Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di akhirat nanti, sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di akhirat nanti.”

dari sini

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.