Kalau rizki itu di tangan ALlah, kenapa engkau ikut campur?
Kalau Allah sudah menjanjikan ganti yang lebih baik, kenapa engkau bakhil??
Kalau sesungguhnya surga itu benar adanya, kenapa engkau masih beristirahat?
Kalau sesungguhnya neraka itu benar adanya, kenapa engkau bermaksiat?
Kalau sesungguhnya pertanyaan Munkar Nakir itu benar adanya, kenapa engkau masih disibukkan oleh aib orang lain?
Kalau sesungguhnya dunia ini fana, kenapa engkau tenang di dalamnya?
Kalau sesungguhnya “hisab” benar adanya, kenapa engkau terus mengumpulkan (dosa-dosa)?
Kalau sesungguhnya segala sesuatu terjadi karena qadha dan qadar-Nya, kenapa engkau takut?
[Imam Ahmad bin Hambal]
Juli 18, 2008
Kalau..kenapa?
No Comments Yet »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik