”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”
[Abu Bakar r.a]
Tiga tanda-tanda zuhud, yaitu:
1. Tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang.
2. Sama saja di sisinya orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan.
3. Hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.
[Imam Al-Ghazali]
Yahya bin Yazid berkata, ”Tanda zuhud adalah dermawan dengan apa yang ada.”
Imam Ahmad bin Hambal dan Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah pendeknya angan-angan.”
Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah apa yang tersisa.”
[HR Muslim]
”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, Thabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu kasur?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)
”Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir.”(HR Bukhari).
Ibnu Khafif berkata, ”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa terpaksa.”
Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di akhirat nanti, sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di akhirat nanti.”
dari sini