Wanita yang paling suci sedunia, tidak pernah tersentuh oleh seorang ikhwan pun. Terpilih dan terukir namanya dalam salah satu surat di Al Qur’an. Diceritakan kisahnya dalam Qur’an Surat Maryam (19) ayat 16-36. Maryam mampu menjaga hatinya dari kehidupan dunia yang mengikisnya, mampu menjaga matanya (ghadul bashar) terhadap pemandangan yang menerkam hati dan perasaan, tidak condong untuk banyak merias diri. Mampu menjawab tantangan kehidupan sosial dan kultur masyarakat yang melanda di zamannya.
Sabar, tabah, rendah hati, suci hati, dan pikirannya, meningkatkan kapasitas keimananannya membentuk kerangka kepribadiannya, membentuk karakter individu untuk masa depan sebelum beranjak kepada status sosial yang lebih kompleks. Agar bisa menjadi teladan di saat menjadi istri, tarbiyatrul aulad serta sebagai ummi terealisasi tanpa beban moral.