JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'N 'tiLL ThE eNd..

September 15, 2008

Shadaqah…Shadaqah…

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 5:43 pm

Shadaqah secara etimologi berarti memberi. Adapun secara terminologi yaitu pemberian sesuatu yang bersifat kebaikan karena gemar kepada ridha Allah tanpa mengharapkan apa-apa. Pemberian ini tidak hanya kepada manusia tetapi pemberian kepada hewanpun sudah termasuk sedekah. Sedekah juga mencakup pemberian materi dan immateri ( ruhaniyah ). Hingga sampai tersenyumpun merupakan sadaqah.

” Tersenyummu dihadapan saudaramu adalah merupakan sedaqah bagimu, perintahmu pada kebaikan dan laranganmu dari kejahatan juga sadaqah, petunjukmu pada seseorang yang sesat jalan juga jadi shadaqah bagimu, begitu juga menyingkarkan batu, duri maupun tulang dijalan menjadi sedeqah bagimu” (HR. Bukhari).

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Haritsah bin Wahab yang artinya:
” Bersedakah lah kamu sekalian karena akan datang suatu masa dimana seseorang yang berjalan dengan membawa sedeqahnya tiada ditemuinya orang yang mau menerima sedaqahnya. Berkatalah seseorang: kalau engkau membawa sedaqah ini kemarin, pasti akan kuterima. Adapun hari ini aku tidak menerimanya lagi.

Dari dua dalam hadis diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pengertian shadaqah sangatlah luas, asalkan perbuatan itu dapat membawa kebaikan pada diri kita dan orang lain sudah di katagorikan dalam shadaqah.

Shadaqah adalah sesuatu yang dianjurkan didalam kehidupan karena sedeqah berefek kepada kebaikan dalam individu, bermsyarakat dan agama. Adapun shadaqah seperti zakat maka hukumnya wajib, sedangkan selain demikian maka hukumnya sunah muakkadah. Kecuali apabila ada hal-hal tertentu seperti orang sangat membutuhkan uluran tangan kita maka hukum shadaqah ketika itu wajib.

Hikmah Shadaqah.
a. Shadaqah dapat menjauhkan kita dari bencana, baik yangsipemberi maupun sipenerima.
b. Dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dan dapat mencegah saudara-saudara kita dari kemudharatan.
c. Shadaqah juga dapat mengikat tali persaudaraan yang lebih erat diantara kita.

Asratul Kiraam..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — upikjoe @ 5:37 pm

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)

Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam).

1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadits.

2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.

3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

4. Ali Bin Abi Thalib ra.

Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.

5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.

7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.

9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.

10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.

-dakwatuna.com-

Belajar berwirausaha dari sahabat Rasulullah Abdurrahman bin Auf

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 5:23 pm

Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga ?

Berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :

  • Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata
  • Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang syubhat sekalipun.
  • Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan Allah.
  • Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
  • Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.
  • Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan r.a. yang termasuk kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.

Bisa juga dibaca di:
http://www.usahadinar.com/index.php/Belajar-Dari-Kesuksesan-Abdurrahman-bin-Auf-Dalam-Berdagang.html
dari sini

Rencana Allah pasti indah

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 5:14 pm

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut:
“Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.

“Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, ” Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direnanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab : ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.”
Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? “Kemudian Allah menjawab, “Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini..

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

Subhanallah…Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Aamiin….

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan,
tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

diambil dari milis kahfi_club@yahoo.groups.com
dari sini

Bermanfaat dan menyenangkan hati orang muslim

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — upikjoe @ 4:57 pm

Rasulullah saw. bersabda “Orang yang dicintai Allah ialah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Dan Amal perbuatan yang paling dicintai Allah ialah bila kamu menyenangkan hati orang muslim, menghilangkan kesulitan (kesusahannya), melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya.

[HR ath-Thabrani]

Kecintaan pada AlQur’an

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, — upikjoe @ 4:53 pm

Bila kecintaan terhadap Al Qur’an sudah dimiliki, insya Allah menjadi hafidz Qur’an bukan lagi angan-angan. Namun bila kecintaan terhadap Al Qur’an belum dimiliki, proses menuju hafidz Qur’an akan jadi terhambat, terseok-seok atau bahkan berhenti ditengah jalan.

Kenapa demikian? Karena memang rasa cinta terhadap sesuatu itu merupakan energi motivasi yang paling dahsyat. Dengan cinta seorang akan mau berlama-lama dengan Al Qur’an. Dengan cinta pula seorang penghafal Qur’an akan rela mengorbankan waktunya untuk berinteraksi dengannya. Bahkan bagi orang yang sudah cinta berat sama Al Qur’an, tidak ketemu Al Qur’an satu hari saja menjadi masalah baginya. Rasanya ada yang kurang, seperti ada yang hilang, hati menjadi resah, gelisah, marah-marah, bahkan bisa sakit parahh!

Karenanya, untuk sukses menjadi hafidz Qur’an kita perlu menumbuhkan rasa cinta terhadap Al Qur’an. Masalahnya, bagaimana caranya agar kita mencintai Al Qur’an? Seorang akan mencintai sesuatu manakala yang bersangkutan mengetahui manfaat dari sesuatu itu. Karenanya, kita perlu mengetahui manfaat Al Qur’an dalam hidup dan kehidupan ini. Atau istilahnya kita perlu tau fadhilah-fadhilah (keutamaan-keutamaan) Al Qur’an. Baik keutamaan di dunia maupun di akhirat kelak.

”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR Bukhari).

Al Qur’an merupakan penyejuk hati. Tatkala hati sedang gelisah atau sedih maka Al Qur’an seolah-olah menjadi air sejuk yang menyirami tanah yang gersang. Begitu sejuk dan begitu nikmatnya. Didalamnya kita akan menemukan petunjuk/’ibrah/hikmah/prinsip untuk mengambil keputusan dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, orang akan mencintai/termotivasi untuk melakukan sesuatu manakala seseorang tersebut mengetahui akan akibat negatif bila tidak melakukan sesuatu tersebut.

Jadi, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al Qur’an adalah dengan mengetahui manfaat (efek positif) dari berinteraksi dengannya (termasuk menghafalnya) dan mudharat (efek negatif) bila meninggalkannya.

editan dari sini

Keutamaan kaum Muhajirin dan Anshar

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 4:03 pm

“(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung“. (QS. Al Hasyr, ayat 8-9)

Dalam ayat di atas, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutkan keutamaan kaum Muhajirin, dan setelah itu baru menyebutkan keutamaan kaum Anshar. Kaum Muhajirin mendapat gelar “orang-orang yang benar”, dan kaum Anshar mendapat gelar “orang-orang yang beruntung”.

Tampak jelas sekali bahwa Allah juga tidak menghilangkan pengelompokan di dalam ummat Islam. Baik kaum Muhajirin maupun kaum Anshar, mereka adalah dua kaum yang berbeda, tidak sama, memiliki keutamaan masing-masing, dan mereka pun saling membantu satu sama lain.

Maka, tidak benar kalau keberadaan kelompok-kelompok di dalam tubuh ummat Islam selalu identik dengan terpecah-belahnya ummat.

-Tafsir Ibnu Katsir-

Kezuhudan beberapa sahabat Rasulullah SAW

Kezuhudan Abu Bakar
Ahmad mengeluarkan dari Aisyah r.ha, dia berkata, “Abu Bakar meninggal dunia tanpa meninggalkan satu dinar maupun satu dirham pun. Sebelum itu dia masih memilikinya, namun kemudian dia mengambilnya dan menyerahkannya ke Baitul-mal.” Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 3/132.

Kezuhudan Umar bin Al-Khaththab
Ahmad mengeluarkan di dalam Az-Zuhud, Ibnu Jarir dan Abu Nu’aim dari Al-Hasan, dia berkata, “Ketika Umar bin Al-Khaththab sudah menjadi khalifah, di kain mantelnya ada dua belas tambalan. Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 4/405.

Kezuhudan Utsman bin Affan
Abu Nu’aiin mengeluarkan di dalam Al-Hilyah, 1/60, dari Abdul-Malik bin Syaddad, dia berkata, “Aku pernah melihat Utsman bin Affan berkhutbab di atas mimbar pada hari Jum’at, sambil mengenakan kain mantel yang tebal (kasar), harganya berkisar empat atau lima dirham. Kain ikat kepalanya juga ada yang robek. Diriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata, “Aku pernah melihat Utsman bin Affan yang datang ke masjid dalam keadaan seperti itu, pada saat dia sudah menjadi khalifah.” Ahmad mengeluarkan di dalam Shifatush-Shafwah, 1/116.

Kezuhudan Ali Bin Abu Thalib
Ahmad mengeluarkan dari Abdullah bin Ruzain, dia berkata, “Aku pernah masuk ke rumah Ali bin Abu Thalib pada hari Idul-Adhha. Dia menyuguhkan daging angsa kepadaku. Aku berkata, “Semoga Allah mlimpahkan kebaikan kepadamu. Karena engkau bisa menyuguhkan makanan ini, berarti Allah memang telah melimpahkan kebaikan kepadamu, ” Dia berkata, “Wahai Ibnu Ruzain, aku pernah mendengar Rasuluilah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak diperkenankan harta Allah bagi seorang khalifah kecuali sebanyak dua takaran saja, satu takaran yang dia makan bersama keluarganya, dan satu takaran lagi yang harus dia berikan kepada orang-orang.” Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Bidayah, 8/3.

dari sini

Blog pada WordPress.com.