Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing
atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat
(HR Bukhari)
Apa yang akan kau rasakan bila menjadi orang asing di suatu tempat ?
Mereka tidak merasa senang dengan keadaan safarnya / perjalanannya
Mereka memahami bahwa mereka pergi hanya sementara
Mereka menyadari bahwa semua akan mereka tinggalkan
Mereka merindukan berkumpul kembali pada tempat asalnya
Bagaimana kehidupan yang sesungguhnya bagi seorang muslim ?
Kehidupan dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi seorang kafir
(HR. Muslim)
Maksudnya adalah kita harus bisa menahan segala hawa nafsu kita tentang ke duniawian agar jangan sampai melampaui batas-batas yang sudah di atur, jadi seolah -olah kita memposisikan diri kita seperti dalam penjara.
Seperti yang pernah di nasehatkan oleh Umar ibnu Khatab :
Letakkan kehidupan dunia itu dalam gengaman tangan anda,
jangan letakkan dunia didalam hati anda.
Jadi jangan kita terlalu mencintai dunia, cukup kita pegang saja supaya lebih mudah untuk melepaskannya karena klo udah masuk dalem hati bakal susah buat ngelepasinnya.
Kenapa sih koq harus begitu ? emang seperti apa sebenernya dunia itu ?
Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat
kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?
(HR Muslim)
Jadi di banding akhirat dunia hanya setetes air dari lautan dibumi ini … bisa dibayangkan betapa kecil nya dunia betapa sedikitnya dunia.
Terus berapa lama kita harus dalam penjara yang kecil ini ?
Kalau manusia pada zaman sekarang hidup dengan umur rata2 70 tahun (sudah melebih umur nabi SAW yang 63 tahun)
mmmhh….. kira2 ini waktu yang lama ga ya ?
“Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”
Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari,
maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung
Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja,
alau kamu sesungguhnya mengetahui”
(TQS al-Mu’minuun [23] : 112-114)
“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu,
mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja)
di waktu sore atau pagi hari”
(an-Naazi’aat [79] : 46)
“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka,
(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia)
hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah
dan mereka tidak mendapat petunjuk”
(TQS Yunus [10] : 45)
Dari petikan Quran tsb dapat disimpulkan kalau waktu itu relatif karena disebutkan sebentar pada waktu pagi hari, siang hari dan sore hari ( teori relativitas Einstein berhubungan dgn ini ga ya ?)
Lalu ada juga penjelasan yang menyebutkan angka pasti mengenai waktu pada saat kita berada di padang masyhar …
Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat
seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya
selama 50.000 tahun
dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian?
(HR Hakim dan Thabrani)
Dan itu berarti 50.000 tahun didunia itu berbanding dengan 1 hari di akhirat … wew..
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari
yang kadarnya 50.000 tahun”
(TQS al-Ma’arij [70] : 4)
maka perantauan Anda dan saya
dibandingkan relativitas waktu di padang masyhar
hanyalah terasa selama
2 menit 1 detik
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”
(TQS al Anbiya [21] : 35)
“Apabila telah datang ajal mereka,
maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun
dan tidak (pula) mendahulukan(nya)”
(TQS Yunus (10) : 49)
Manusia itu seakan-akan dikepung oleh 99 macam sebab kematian
jika kesemua itu gagal mengenainya
dia pasti tidak bisa mengelak dari usia tua
(HR Tirmidzi)
Waa… klo gitu apa yang harus kita lakukan ? karena waktu kita akan segera berakhir ..
“…Dan tidak seorang pun mengetahui apa yang akan diusahakannya esok hari…”
(TQS Luqman [31] : 34)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)”
(TQS al-Hasyr [59] : 18)
Kalo kita pernah menjalankan apa yang disebut life maping atau perencanaan kehidupan berarti kita juga harus melakukan after life maping atau perencanaan setelah kehidupan.
diambil dari materi ceramah kuliah dzuhur oleh ustadz Felix Siauw yg ditambahin kalimat2 penyambung dari gw.
Jadi bagaimana ? masih ngeri menghadapi kematian ?
padahal kematian itu adalah jalan penghubung antara penjara dan kebebasan jadi sudah semestinya kita berbahagia bila kita melewatinya …
ya Allah yang maha penentu segalanya …
matikanlah aku dalam keadaan khusnul khatimah …
Aamiin
-multiply brandorange-