<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JUsT LeArN &#039;n LEaRn... fRoM Now On &#039;tiL ThE eNd..</title>
	<atom:link href="http://upikjoe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://upikjoe.wordpress.com</link>
	<description>Membentuk pribadi muslim sejati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 04:32:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='upikjoe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e43ec9fab8433958d32666bc79aa7657?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>JUsT LeArN &#039;n LEaRn... fRoM Now On &#039;tiL ThE eNd..</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://upikjoe.wordpress.com/osd.xml" title="JUsT LeArN &#039;n LEaRn... fRoM Now On &#039;tiL ThE eNd.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://upikjoe.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apa itu syari&#8217;at, tarikat, hakikat, ma&#8217;rifat?</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/27/apa-itu-syariat-tarikat-hakikat-marifat/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/27/apa-itu-syariat-tarikat-hakikat-marifat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 04:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2077</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Berikut ini saya nukilkan klaim mereka , kaum tasawwuf tentang apa itu istilah2 yang populer di kalangan tasawwuf/Sufi dalam rangka menuju Ma’rifatullah : Ma’rifatullah, pada intinya adalah mengenal Allah. Di dalam dunia tasawwuf, ada tahap-tahap yang dilalui : - Syariat, - Tariqat, - Hakikat, - Ma’rifat. Pada puncak inilah seorang hamba mengenal pencipta-NYA. Saking [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2077&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah<br />
Berikut ini saya nukilkan klaim mereka , kaum tasawwuf tentang  apa itu istilah2 yang populer di kalangan tasawwuf/Sufi dalam rangka menuju Ma’rifatullah :</p>
<p>Ma’rifatullah, pada intinya adalah mengenal Allah.</p>
<p>Di dalam dunia tasawwuf, ada tahap-tahap yang dilalui :<br />
- Syariat,<br />
- Tariqat,<br />
- Hakikat,<br />
- Ma’rifat.</p>
<p>Pada puncak inilah seorang hamba mengenal pencipta-NYA. Saking mengenalnya maka seolah berpadu. Orang bilang ini, “manunggaling kawulo gusti”. Tapi hendaknya dipahami BERPADU disini tidak berarti melebur menjadi satu hingga muncul “Tuhan adalah Aku, Aku adalah Tuhan” seperti “manunggaling kawulo gusti”-nya Fir’aun beberapa abad sebelum masehi yang lalu.</p>
<p>Berpadu, artinya terdiri dari entitas yang berlainan yang masing-masing punya peran dan fungsi berbeda tetapi rela untuk berpadu. Dalam pada itu keduanya memberi warna dalam bingkai ma’rifatullah yang tegas, yang selama tak dilanggar batas-batasnya maka lukisan itu (hidup dan kehidupan) menjadi indah dalam bingkainya.</p>
<p>Sirkuit Syariat (aturan, peribadatan, praktek, amalan, dsb) –melalui Tariqat (jalan, pencarian, pencapaian, pemahaman) – untuk kemudian mencapai Hakikat (hakiki, kesejatian, absolut) – dan pada akhirnya Ma’rifat (mengenal) adalah stasiun-stasiun yang umum dilewati para sufi. Ujungnya, Allah-nya. Pangkalnya, Allah-nya juga.</p>
<p>Seseorang yang shalatnya benar, rukunnya benar, maka pahamnya benar, maka akan mendapatkan kesejatian yang benar, dan mengenal Allah dengan benar. Hamba yang mengenal Allah dengan benar maka shalatnya pun benar, rukunnya benar, pahamnya benar, dan kesejatian yang didapatinya pun benar.</p>
<p>Itulah Ma’rifatullah, dimana hamba menyadari hak dan kewajibannya kepada Allah, sebagaimana Allah telah memenuhi hak dan kewajiban-NYA kepada hamba-NYA.</p>
<p>Ibaratnya orang akan ke pasar nih. syariat adalah jalan kaki atau naik angkot atau apalah. tarikat adalah jalan yang kita lalui untuk menuju ke pasar tersebut. hakikat adalah dari kejauhan sudah nampak atau sudah terasa hingar bingarnya pasar. makrifat adalah kita sudah berada dalam pasar, melebur dan terlingkupi oleh pasar itu sendiri.</p>
<p>[http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2812383]</p>
<p>Komentar terhadap perkataan diatas :</p>
<p>Tingkatan syari&#8217;at, tarekat, hakikat dan ma&#8217;rifat, maka itu adalah istilah2 yang biasa digunakan kalangan tasawwuf atau ahli tarekat.</p>
<p>Sebab kalangan ahli tasawwuf dan tarikat itu sendiri ada banyak corak ragamnya. Dari yang kotorannya sedikit hingga yang paling kotor dan rusak.</p>
<p>Sedikit kotorannya maksudnya adalah sedikit dari beragam bentuk kebid’ahan dan syirik. Di mana apa2 yang diajarkannya sebagian besar masih disandarkan kepada riwayat dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan masih konsekwuen dengan hukum-hukum syariah.</p>
<p>Namun tidak sedikit di antaranya yang justru sudah menginjak-injak syari&#8217;ah itu sendiri serta sulit menghindarkan diri dari khurafat, bid’ah dan fenomena syirik. Bahkan boleh dibilang sudah keluar dari syari&#8217;ah Islam yang telah ditetapkan oleh para ulama ahlus sunnah. Sehingga istilah syari&#8217;ah, tarekah, ma&#8217;rifat dan hakikat itu hanya sekedar &#8220;lips service&#8221;. Namun pada hakikatnya tidak lain merupakan sebuah pengingkaran dan pelecehan terhadap syari&#8217;ah serta merupakan penyimpangan dari manhaj salafus shalih.</p>
<p>Kalau syari&#8217;at diletakkan paling rendah, akan muncul kesan bahwa demi kepentingan tarekah, ma&#8217;rifat dan hakikat, syari&#8217;ah bisa dikesampingkan. Dan paham seperti ini berbahaya bahkan sesungguhnya merupakan bentuk pengingkaran terhadap agama Islam.</p>
<p>Jadi, jangan sampai ada anggapan bahwa bila orang sudah mencapai derajat hakikat, apalagi ma&#8217;rifat, lalu dia bebas boleh tidak shalat, tidak puasa atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syari&#8217;at itu sendiri.</p>
<p>Kalau ajaran seperti itu, dimana ma&#8217;rifat dan hakikat boleh menyalahi syari&#8217;ah, maka ketahuilah, ulama2 mereka adalah ulama su&#8217; yang tidak lain adalah syetan yang datang merusak ajaran Islam.</p>
<p>Sebab Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan<br />
ma&#8217;rifat dan hakikat, beliau hanya meninggalkan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman dalam menjalankan syari&#8217;ah. Dan tidaklah seseorang bisa mencapai derajat ma&#8217;rifah dan hakikat, manakala dia meninggalkan syari&#8217;ah.</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam membuat garis dgn tangannya, kemudian bersabda :<br />
&#8220;Inilah jalan Allah yg lurus&#8221;, lalu beliau membuat garis2 di kanan dan kirinya kmudian bersabda,&#8221;Inilah jalan2 yg sesat, tak satupun jalan2 itu kecuali didalamnya terdapat syaitan yg menyeru kepadanya&#8221;.[SHAHIH. HR. Ahmad 1/435, ad Darimi 1/72, al Hakim 2/261, al Lalika'i 1/90. Dishahihkan al Albani dlm Dzilalul Jannah (17)].<br />
Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>-blogspot abuayaz-</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2077/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2077/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2077&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/27/apa-itu-syariat-tarikat-hakikat-marifat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban jika ditanya, kalau Syi’ah sesat mengapa boleh masuk tanah suci?</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/jawaban-jika-ditanya-kalau-syiah-sesat-mengapa-boleh-masuk-tanah-suci/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/jawaban-jika-ditanya-kalau-syiah-sesat-mengapa-boleh-masuk-tanah-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2075</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (Arrahmah.com) – Salah satu yang mengemuka di saat mendiskusikan kesesatan Syi’ah adalah adanya lontaran pertanyaan, kalau Syiah sesat, mengapa boleh masuk tanah suci? Kabarnya, yang melontarkan pertanyaan itu kali pertama adalah dedengkot Syi’ah, Jalaludin Rahmat, juga ulama Syi’ah yang menyusup ke tubuh MUI, Umar Shihab, dan kini dilontarkan kembali oleh para pengikut dan penganut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2075&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (Arrahmah.com) – Salah satu yang mengemuka di saat mendiskusikan kesesatan Syi’ah adalah adanya lontaran pertanyaan, kalau Syiah sesat, mengapa boleh masuk tanah suci? Kabarnya, yang melontarkan pertanyaan itu kali pertama adalah dedengkot Syi’ah, Jalaludin Rahmat, juga ulama Syi’ah yang menyusup ke tubuh MUI, Umar Shihab, dan kini dilontarkan kembali oleh para pengikut dan penganut aliran sesat Syi’ah. Berikut jawaban yang “pantas” diberikan, yang dikutip dari blog abisyakir.wordpress.com. Semoga bermanfaat!  </p>
<p>Mengapa kaum Syiah masih boleh masuk ke Tanah Suci, baik Makkah Al Mukarramah maupun Madinah Al Munawwarah?</p>
<p>Mari kita jawab pertanyaan ini:</p>
<p>PERTAMA, sebaik-baik jawaban ialah Wallahu a’lam. Hanya Allah yang Tahu sebenar-benar alasan di balik kebijakan Pemerintah Saudi memberikan tempat bagi kaum Syiah untuk ziarah ke Makkah dan Madinah.</p>
<p>KEDUA, dalam sekte Syiah terdapat banyak golongan-golongan. Di antara mereka ada yang lebih dekat ke golongan Ahlus Sunnah (yaitu Syiah Zaidiyyah), ada yang moderat kesesatannya, dan ada yang ekstrim (seperti Imamiyyah dan Ismailiyyah). Terhadap kaum Syiah ekstrim ini, rata-rata para ulama tidak mengakui keislaman mereka. Nah, dalam praktiknya, tidak mudah membedakan kelompok-kelompok tadi.</p>
<p>KETIGA, usia sekte Syiah sudah sangat tua. Hampir setua usia sejarah Islam itu sendiri. Tentu cara menghadapi sekte seperti ini berbeda dengan cara menghadapi Ahmadiyyah, aliran Lia Eden, dll. yang termasuk sekte-sekte baru. Bahkan Syiah sudah mempunyai sejarah sendiri, sebelum kekuasaan negeri Saudi dikuasai Dinasti Saud yang berpaham Salafiyyah. Jauh-jauh hari sebelum Dinasti Ibnu Saud berdiri, kaum Syiah sudah masuk Makkah-Madinah. Ibnu Hajar Al Haitsami penyusun kitab As Shawaiq Al Muhriqah, beliau menulis kitab itu dalam rangka memperingatkan bahaya sekte Syiah yang di masanya banyak muncul di Kota Makkah. Padahal kitab ini termasuk kitab turats klasik, sudah ada jauh sebelum era Dinasti Saud.</p>
<p>KEEMPAT, kalau melihat identitas kaum Syiah yang datang ke Makkah atau Madinah, ya rata-rata tertulis “agama Islam”. Negara Iran saja mengklaim sebagai Jumhuriyyah Al Islamiyyah (Republik Islam). Revolusi mereka disebut Revolusi Islam (Al Tsaurah Al Islamiyyah). Data seperti ini tentu sangat menyulitkan untuk memastikan jenis sekte mereka. Lha wong, semuanya disebut “Islam” atau “Muslim”.</p>
<p>KELIMA, kebanyakan kaum Syiah yang datang ke Makkah atau Madinah, mereka orang awam. Artinya, kesyiahan mereka umumnya hanya ikut-ikutan, karena tradisi, atau karena desakan lingkungan. Orang seperti ini berbeda dengan tokoh-tokoh Syiah ekstrem yang memang sudah dianggap murtad dari jalan Islam. Tanda kalau mereka orang awam yaitu kemauan mereka untuk datang ke Tanah Suci Makkah-Madinah itu sendiri. Kalau mereka Syiah ekstrim, tak akan mau datang ke Tanah Suci Ahlus Sunnah. Mereka sudah punya “tanah suci” sendiri yaitu: Karbala’, Najaf, dan Qum. Perlakuan terhadap kaum Syiah awam tentu harus berbeda dengan perlakuan kepada kalangan ekstrim mereka.</p>
<p>KEENAM, orang-orang Syiah yang datang ke Tanah Suci Makkah-Madinah sangat diharapkan akan mengambil banyak-banyak pelajaran dari kehidupan kaum Muslimin di Makkah-Madinah. Bila mereka tertarik, terkesan, atau bahkan terpikat; mudah-mudahan mau bertaubat dari agamanya, dan kembali ke jalan lurus, agama Islam Ahlus Sunnah.</p>
<p>KETUJUH, hadirnya ribuan kaum Syiah di Tanah Suci Makkah-Madinah, hal tersebut adalah BUKTI BESAR betapa ajaran Islam (Ahlus Sunnah) sesuai dengan fitrah manusia. Meskipun para ulama dan kaum penyesat Syiah sudah bekerja keras sejak ribuan tahun lalu, untuk membuat-buat agama baru yang berbeda dengan ajaran Islam Ahlus Sunnah; tetap saja fitrah mereka tidak bisa dipungkiri, bahwa hati-hati mereka terikat dengan Tanah Suci kaum Muslimin (Makkah-Madinah), bukan Karbala, Najaf, dan Qum.</p>
<p>KEDELAPAN, kaum Syiah di negerinya sangat biasa memuja kubur, menyembah kubur, tawaf mengelilingi kuburan, meminta tolong kepada ahli kubur, berkorban untuk penghuni kubur, dll. Kalau mereka datang ke Makkah-Madinah, maka praktik “ibadah kubur” itu tidak ada disana. Harapannya, mereka bisa belajar untuk meninggalkan ibadah kubur, kalau nanti mereka sudah kembali ke negerinya. Insya Allah.</p>
<p>KESEMBILAN, pertanyaan di atas sebenarnya lebih layak diajukan ke kaum Syiah sendiri, bukan ke Ahlus Sunnah. Mestinya kaum Syiah jangan bertanya, “Mengapa orang Syiah masih boleh ke Makkah-Madinah?” Mestinya pertanyaan ini diubah dan diajukan ke diri mereka sendiri, “Kalau Anda benar-benar Syiah, mengapa masih datang ke Makkah dan Madinah? Bukankah Anda sudah mempunyai ‘kota suci’ sendiri?”</p>
<p>Demikian sebagian jawaban yang bisa diberikan. Semoga bermanfaat. Pesan spesial dari saya, kalau nanti Prof. Dr. Umar Shihab, atau Prof. Dr. Quraish Shihab (dua tokoh ini saudara kandung, kakak-beradik; bersaudara juga dengan Alwi Shihab, Mantan Menlu di era Abdurrahman Wahid), beralasan dengan alasan tersebut di atas; mohon ada yang meluruskannya. Supaya beliau tidak banyak membuang-buang kalam, tanpa guna.</p>
<p>Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.</p>
<p>(M Fachry/arrahmah.com)</p>
<p>Read more: http://arrahmah.com/read/2012/01/13/17409-jawaban-jika-ditanya-kalau-syiah-sesat-mengapa-boleh-masuk-tanah-suci.html#ixzz1jtUi70SV</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2075/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2075&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/jawaban-jika-ditanya-kalau-syiah-sesat-mengapa-boleh-masuk-tanah-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pattimura Bukan Kristiani, Melainkan Muslim yang Taat</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/pattimura-bukan-kristiani-melainkan-muslim-yang-taat/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/pattimura-bukan-kristiani-melainkan-muslim-yang-taat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2073</guid>
		<description><![CDATA[Ambon (Voa-Islam)- Menurut sejarawan Muslim Ahmad Mansur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku adalah bangsawan atau ulama, atau keduanya. Seperti diketahui, selama ini, dalam buku-buku sejarah, Kapitan Pattimura selalu disebut sebagai seorang Kristen. Inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2073&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ambon (Voa-Islam)- Menurut sejarawan Muslim Ahmad Mansur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku adalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.</p>
<p>Seperti diketahui, selama ini, dalam buku-buku sejarah, Kapitan Pattimura selalu disebut sebagai seorang Kristen. Inilah salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minoritas atas sejarah pejuang Muslim di Maluku dan Indonesia pada umumnya.</p>
<p>Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Sapura seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.</p>
<p>Mansyur Suryanegara berpendapat, bahwa Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.</p>
<p>Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan nama Maluku.</p>
<p>Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku “Menemukan Sejarah” (yang menjadi best seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen, lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”</p>
<p>Buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.</p>
<p>Jadi asal nama Thomas Mattulessy dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari Sapija. Sebenarnya Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad Lussy (Mat Lussy). Dan nama Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku (yang ada adalah Mat Lussy).</p>
<p>Perjuangan Pattimura</p>
<p>Pattimura bangkit memimpin rakyat Maluku menghadapi ambisi penjajah yang membawa misi Gold (emas/kekayaan), Gospel (penyebaran Injil), and Glory (kebanggaan). Perlawanan rakyat Maluku dilakukan karena kekhawatiran dan kecemasan rakyat akan timbulnya kembali kekejaman pemerintah Belanda seperti yang dilakukan masa pemerintahan VOC. Selain itu, Belanda menjalankan praktik-praktik monopoli perdagangan dan pelayaran Hongi, yang membabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Alasan lainnya, rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja, penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi. </p>
<p>Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Pada tahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyat berhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yang bernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dan tempat-tempat lainnya.</p>
<p>Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak. Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.</p>
<p>(Desastian/dbs)</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2073/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2073&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/19/pattimura-bukan-kristiani-melainkan-muslim-yang-taat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memiliki dan Menjadi</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/memiliki-dan-menjadi/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/memiliki-dan-menjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 09:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2069</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Nur Cholis Huda Pak Sugiharto membangun villa megah di lereng bukit. Pemandangannya indah dan udaranya segar. Di tempat lain masih punya dua villa lagi yang juga megah. Belum tentu dua bulan sekali Pak Sugiharto sempat menginap di salah satu villanya karena ia sangat sibuk. Praktis villa itu sepi sepanjang hari. Pak Kromo sekeluarga, orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2069&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Nur Cholis Huda</p>
<p>Pak Sugiharto membangun villa megah di lereng bukit. Pemandangannya indah dan udaranya segar. Di tempat lain masih punya dua villa lagi yang juga megah. Belum tentu dua bulan sekali Pak Sugiharto sempat menginap di salah satu villanya karena ia sangat sibuk. Praktis villa itu sepi sepanjang hari.</p>
<p>Pak Kromo sekeluarga, orang yang dibayar untuk menunggu villa itu justru yang menikmati kemegahan bangunan dan kesegaran udaranya. Tetapi meskipun Pak Sugiharto jarang sekali bisa menikmati villanya, bahkan mengeluarkan uang untuk orang yang menunggu, dia tetap puas dan bangga karena dia yang memiliki villa itu.</p>
<p>Mengapa tidak menyewa saja, kalau hanya sesekali memerlukan santai di luar kota? Menyewa mungkin lebih praktis dan hemat, tetapi tidak memberi kepuasan karena tidak ikut memiliki.</p>
<p>Di rumahnya ada delapan mobil. Anggota keluarganya hanya lima orang. Makaada mobil yang jarang terpakai yaitu mobil paling mahal. Mobil mahal itu dipakai hanya pada acara yang dianggap sangat penting dan prestisius. Meskipun jarang dipakai, namun perawatan dan pajak mobil mahal menghabiskan biaya paling banyak. Tetapi dia puas karena dia sebagai pemilik. Kepuasan terletak pada pemilikan, bukan pemanfaatan.</p>
<p>Sementara Pak Hasan petani tua, suatu hari menanam pohon asam dan mangga di kebonnya dekat jalan. Pohon itu dirawat dengan cermat. Seorang saudagar yang lewat merasa heran karena pohon itu perlu waktu bertahun-tahun baru memberi hasil, sementara usia Pak Hasan sudah lanjut.</p>
<p>&#8220;Saya sekarang sudah bau tanah. Ketika pohon itu besar dan berbuah, mungkin saya sudah lama meninggal. Tetapi pohon itu akan tetap bermanfaat. Orang yang lewat bisa berteduh, anak-anak bisa bermain sambil memanjat dan memetik buahnya,&#8221; kata Pak Hasan. Kepuasan Pak Hasan bukan karena memiliki tetapi karena dapat memberi.</p>
<p>Dalam hidup ini ada orang-orang yang puas karena dapat memiliki dan menguasai tetapi ada orang-orang yang menemukan kepuasan karena dapat memberi. Dua contoh di atas merupakan contoh sederhana dari dua orientasi<br />
hidup yang berbeda, yaitu orientasi &#8220;Memiliki&#8221; dan orientasi &#8220;Menjadi&#8221;.</p>
<p>Perbedaan</p>
<p>Erich Fromm (1900-1980), pemikir kenamaan kelahiran Jerman, mencoba memahami, membuat diagnosis, dan memberi terapi penyakit pada zamannya yang tengah mengalami krisis. Karyanya banyak, di antaranya bukunya &#8220;To Have or To Be&#8221; yang terbit tahun 1976. Dalam buku ini, Fromm menjelaskan panjang lebar dua macam orientasi manusia dalam memberi makna hidupnya, yaitu orientasi Memiliki dan Menjadi.</p>
<p>Ciri utama dari orientasi &#8220;Memiliki&#8221; ialah kecenderungan memperlakukan setiap orang dan setiap hal menjadi miliknya. Memiliki berarti menguasai dan memperlakukan sesuatu sebagai objek. Segala sesuatu dibendakan atau<br />
diperlakukan seperti benda. Orang yang berorientasi &#8220;Memiliki&#8221; tidak bisa hidup dengan dirinya sendiri karena tergantung pada simbul-simbul yang menjadi miliknya.</p>
<p>Ketika miliknya itu lepas dari genggamannya, ia merasa eksistensinya hilang. Orang yang mengandalkan mobilnya, rumah, kursi, popularitas, jabatan, dan lain-lain sebagai simbol keberadaannya, maka terus-menerus berusaha agar simbol-simbol itu tetap dimiliki. Sebab ketika semuanya lepas, maka keberadaannya menjadi hilang. Semakin banyak yang dimiliki, maka ia merasa kehadirannya semakin kukuh. Semakin sedikit yang dimiliki, semakin kurang rasa percaya diri.</p>
<p>&#8220;Masyarakat yang serakah merupakan basis modus &#8220;Memiliki&#8221; kata Fromm.</p>
<p>Orientasi hidup Memiliki (To Have) berbeda dengan orientasi Menjadi (To Be). Orientasi Menjadi mendorong orang melakukan aktivitas yang tumbuh dari dirinya sendiri dengan tujuan yang jelas serta membawa perubahan yang berguna secara sosial. &#8220;Modus Menjadi menuntut agar kita membuang egosentrisitas kita dan sikap mementingkan diri sendiri,&#8221; kata Fromm.</p>
<p>Orientasi Menjadi mengharuskan adanya kemauan memberi, membagi, dan berkorban.</p>
<p>Orang dengan orientasi Menjadi akan selalu melakukan aktivitas. Menurut Fromm harus dibedakan antara aktivitas dan kesibukan. Seorang tukang batu yang diupah untuk mengerjakan pos keamanan, dia melakukan kesibukan, tidak melakukan aktivitas. Sedang Pak Hasan, petani tua yang menanam pohon pada contoh di atas, dia melakukan aktivitas.</p>
<p>Tukang batu melakukan kegiatan karena digerakkan orang lain. Sedangkan keinginan Pak Hasan menanam pohon timbul dari kesadarannya sendiri, tidak disuruh orang lain. Motivasi itu yang membedakan aktivitas dan kesibukan.</p>
<p>Jika melihat sekuntum bunga harum semerbak, seorang yang berorientasi &#8220;Memiliki&#8221; akan memetik bunga itu untuk disimpan di kamarnya agar dia dapat menikmati keharumannya sepanjang waktu. Tetapi orang dengan orientasi Menjadi mungkin akan membiarkan bunga itu tumbuh, bahkan menyirami dan memelihara agar setiap orang yang lewat dapat menikmati keharuman baunya.</p>
<p>Bukan Pemilik</p>
<p>Orang yang berorientasi Memiliki jumlahnya cenderung sangat besar. Sedangkan yang berorientasi Menjadi jumlahnya kecil. Orientasi Menjadi serupa dengan apa yang disebut agama sebagai jalan mendaki, sedangkan orientasi Memiliki berarti jalan menurun.</p>
<p>Jalan mendaki adalah jalan pengorbanan dan memberi uluran pertolongan. Sedangkan jalan menurun adalah jalan mudah dan menyenangkan karena menuruti ego kita. Maka banyak orang memilih jalan menurun dan menghindari jalan mendaki.</p>
<p>Tetapi justru karena orientasi hidup Memiliki atau memilih jalan menurun,maka sering timbul krisis dalam banyak segi. Orientasi Memiliki, yang berarti memperlakukan segala sesuatu seperti benda dan ingin menguasainya, jika itu terjadi pada orang-orang &#8220;di atas&#8221;, maka krisis yang ditimbulkan akan meluas dan mencakup banyak dimensi.</p>
<p>Atmosfir kehidupan serba materi yang sangat kental dewasa ini mendorong kita lebih memanjakan egosentris kita, memupuk orientasi Memiliki, memperlakukan segala sesuatu seperti benda, lalu menguasainya.</p>
<p>Jika kita kembali pada ajaran agama, maka kita tidak memiliki apa-apa, karena sekadar hak pakai. Bahkan diri kita sendiri juga bukan milik kita.<br />
Dalam kalimat &#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun&#8221;, sangat jelas bahwa kita dan apa yang ada pada diri kita bukan milik kita melainkan milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.</p>
<p>Karena itu orientasi hidup Memiliki sebenarnya tidak sesuai dengan kodrat kemanusiaan kita. Seharusnya kita memilih orientasi Menjadi, memilih jalan hidup Mendaki. &#8220;Carilah kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain.<br />
Carilah kesenangan dengan cara menyenangkan orang lain,&#8221; kata psikolog.</p>
<p>Yang sering terjadi justru sebaliknya. Kita mencari kebahagiaan dengan cara mengobankan orang lain. Kita mewujudkan kesenangan dengan cara merugikan orang lain. Lebih celaka lagi, kalau kita baru merasa senang kalau orang lain menjadi korban.</p>
<p>Tentu tak mudah memastikan apakah suatu perbuatan itu menunjukkan orientasi Memiliki atau Menjadi. Kesulitannya karena manusia pandai berpura-pura,membungkus motif yang sesungguhnya.</p>
<p>Memberi bantuan bisa saja bukan benar-benar ingin menolong, tetapi ingin memperoleh sesuatu yang lebih besar. Mungkin ingin memperoleh nama baik disebut dermawan. Mungkin agar orang yang dibantu berada dalam pengaruhnya.<br />
Mengajak damai ketika kondisi terpepet, boleh jadi karena ingin selamat, bukan karena cinta damai. Ketika keadaan sudah lapang, konflik akan disulut lagi. Manusia pandai berpura-pura.</p>
<p>Karena itu agama menegaskan bahwa senyum yang tulus jauh lebih berharga daripada memberi materi dengan maksud tersembunyi atau menyakiti.</p>
<p>Bangsa ini sudah capek dengan pertengkaran dan kekerasan. Itulah korban dari orientasi hidup Memiliki. Itulah hasil dari jalan menurun dan menghindari jalan mendaki.*</p>
<p>Penulis adalah Sekretaris Muhammadiyah Jawa Timur<br />
-Blogspirit syahidfam- </p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2069/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2069&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/memiliki-dan-menjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholeh Dalam Keluarga, Tantangan Terberat Para Suami</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/sholeh-dalam-keluarga-tantangan-terberat-para-suami/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/sholeh-dalam-keluarga-tantangan-terberat-para-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 07:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2067</guid>
		<description><![CDATA[Istilah sholeh biasa kita jumpai dalam konteks ibadah, yaitu seseorang yang rajin melakukan amalan-amalan seperti sholat, baca Al-Qur’an, dan puasa. Istilah sholeh juga bisa kita jumpai dalam konteks sosial, yaitu orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dia akan banyak kita jumpai dalam kegiatan-kegiatan seperti kerjabakti, santunan anak yatim, atau relawan penanggulangan bencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2067&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>     Istilah sholeh biasa kita jumpai dalam konteks ibadah, yaitu seseorang yang rajin melakukan amalan-amalan seperti sholat, baca Al-Qur’an, dan puasa. Istilah sholeh juga bisa kita jumpai dalam konteks sosial, yaitu orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dia akan banyak kita jumpai dalam kegiatan-kegiatan seperti kerjabakti, santunan anak yatim, atau relawan penanggulangan bencana alam. Lalu, bagaimana seseorang dikatakan sholeh dalam konteks keluarga?<br />
     Semua tahu bahwa dalam sebuah keluarga, suami, atau ayah, adalah imam, pemimpin dalam keluarga tersebut. Tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana menjadi imam atau pemimpin keluarga yang baik. Padahal, menjadi pemimpin keluarga yang baik itu sangat penting, karena bisa menjadi model kepemimpinan yang lebih besar, dalam lingkup daerah ataupun lebih besar lagi. Sayang sekali jika kita banyak mengkritik para pejabat publik, dalam waktu yang sama kita belum mampu menjadi pemimpin keluarga yang baik.<br />
     Setidaknya ada dua peran yang harus dijalankan seorang kepala keluarga, yaitu sebagai suami dan sebagai ayah bagi anak-anak. Seorang suami yang sholeh harus mampu berperan sebagai imam, teman, bahkan pembantu bagi sang istri. Sebagai Imam, suamilah yang membimbing dan mengarahkan sang istri. Dia harus bisa memberi contoh, dan menjadi kebanggaan keluarga. Kesatuan antara kata dan perbuatan mutlak dalam hal ini. Sebagai teman, seorang suami berarti harus siap menolong, mendengarkan, bahkan sebagai tempat curhat sang istri. Tidak ada lagi rasa canggung, apalagi takut saat istri mengungkapkan isi hatinya. Ini tentu susah, karena semua orang bisa memberi perintah, tetapi hanya sedikit orang yang bisa mendengar. Sedang sebagai pembantu, seorang suami harus paham kondisi dimana istri sudah kerepotan mengurus rumah tangga. Suami tidak merasa canggung saat harus membantu nyuci, nyetrika, ataupun belanja ke pasar. Bahkan saat masakan istri tidak enak sekalipun, suami akan memilih diam, demi menjaga perasaan sang istri.<br />
     Terhadap anak-anak, ayah yang sholeh harus mampu berperan sebagai idola, pembimbing, dan teman main mereka. Idola, karena anak akan meniru setiap kata dan perbuatan sang ayah. Pembimbing, karena anak-anak belum tahu betul mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka. Kedua peran ini, sebagai idola dan pembimbing, menuntut padunya antara kata dan perbuatan. Jika tidak, maka suatu saat anak akan komplain dan balik menyerang kita, apalagi anak-anak sekarang makin kritis. Sedang sebagai teman bermain, seorang ayah harus mampu berpikir dan bertindak layaknya anak-anak. Anak akan menemukan sosok kawan dalam pribadi sang ayah, sehingga dia tidak melulu bermain diluar. Jika seorang ayah mampu memerankan hal-hal diatas, Insya Alloh anak yang sholeh bukan impian lagi.</p>
<p>Wallohu a’lam</p>
<p>belajarislam[dot]com</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2067/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2067&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/sholeh-dalam-keluarga-tantangan-terberat-para-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istiqomah</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/istiqomah/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 07:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2065</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Alfi Syahar إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya mereka yang berkata: “Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqomah, maka tak ada baginya rasa takut dan duka cita. Meraka adalah penghuni syurga kekal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2065&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ustadz Alfi Syahar</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً<br />
بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya mereka yang berkata: “Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqomah, maka tak ada baginya rasa takut dan duka cita. Meraka adalah penghuni syurga kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa-apa yang mereka perbuat”. (Qs. Al Ahqaaf/46:13-14).</p>
<p>Setiap muslim sadar, bahwa ia adalah makhluk yang diciptakan untuk tujuan ibadah kepada Allah. Ibadah dalam arti yang sebenarnya. Yakni, mengikhlaskan seluruh gerak kehidupan semata hanya kepada Allah Ta’ala, berupa perkataan dan perbuatan baik yang sifatnya lahir maupun batin.</p>
<p>Namun, dalam rangka merealisasikan hal tersebut, tak jarang seorang muslim dihadapkan oleh beraneka macam tantangan, rintangan ataupun makar. Baik berupa halangan atau makar yang sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam (kaum kuffar), maupun yang berasal dari kaum muslimin lain yang rela atau tidak sadar telah menjadi kaki tangan thogut dan syetan.</p>
<p>Demikian pula manusia itu adalah makhluk yang lemah dan rentan terhadap ujian. Ditambah tabiat hati yang gampang terbolak-balik. Olehnya, kemungkinan  tergelincir ke jurang maksiat dan dosa sangat besar. Makanya, tidak boleh tidak, setiap muslim butuh akan konsep istiqomah dalam hidup ini. Terlebih saat mana godaan, fitnah dan ujian telah meruap ke permukaan hingga tak ada yang bisa lepas dari cengkramannya.</p>
<p>Hakekat dan anjuran istiqomah<br />
Istiqomah artinya tegak dan lurus serta tidak condong. Dalam artian, sebagaimana ungkapan Umar Ibnul Khattab ra, tegar dan komit dalam menunaikan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan tuntunan Rasullullah shallallahu alaihi wasallam. Disamping tidak condong atau menyimpang kepada jalan-jalan lain yang menjerumuskan ke jurang kebinasaan.</p>
<p>Definisi ini, sebenarnya telah diisyaratkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,  tatkala membuat suatu garis lurus dengan tangan beliau, seraya bersabda:<br />
قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ قَالَ يَزِيدُ مُتَفَرِّقَةٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا<br />
شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأ : { إِنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ }</p>
<p>“Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau membuat garis-garis lain di samping kiri dan kanannya, dan bersabda: “Ini adalah jalan-jalan (yang lain), tidak ada satupun darinya melainkan padanya ada syetan yang menyeru kepadanya”. Beliau lalu membaca ayat: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia; dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya”. (Qs. Al An’am/6:153). (HR. Ahmad no: 3928, al-Hakim no: 3199, Ibnu Hibban no: 6, berkata al-Haitsami dalam al-Majma’ 3/158: Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Bazzar padanya ada perawi bernama ‘Ashim bin Bahdalah, ia perawi tsiqoh namun ada kelemahan).</p>
<p>Mengingat pentingnya hal ini, maka Islam memberi perhatian yang besar dan mengarahkan umatnya agar berpegang kepadanya. Ta’ala berfirman: “Dan tetaplah kamu beristiqomah (berada di jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) kepada yang telah bertaubat bersama kamu dan janganlah engkau melampaui batas”. (Qs. Huud/11:112).</p>
<p>Juga sabda  Rasulullah shallallahu alaihiwasallam kepada seorang yang minta diajarkan satu perkataan dalam Islam yang sangat agung:</p>
<p>قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ</p>
<p>“Ucapkanlah: “Aku beriman, kemudian beristiqomahlah kamu”. (HR. Muslim no: 55, Ahmad no: 14869).</p>
<p>Sunnatullah, kebenaran pasti diuji.<br />
Abdullah Ibnu Mas’ud berkata:<br />
كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْكِي نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ ضَرَبَهُ قَوْمُهُ فَأَدْمَوْهُ وَهُوَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ</p>
<p>وَجْهِهِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ</p>
<p>“Seakan aku melihat Nabi shallallahu alaihi wasallam mengisahkan tentang seorang dari para anbiya alaihi salam yang dipukuli kaumnya hingga mengeluarkan darah. Lantas sambil menyeka darah yang mengalir menutupi wajahnya ia berdo’a: “Wahai Allah, ampuni kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui”. (Muttafaqun alaihi).</p>
<p>Sabda beliau di atas, mengajak kita agar selalu merenungi sirah perjalanan para anbiya terdahulu. Utamanya baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Bahwa perjuangan da’wah mereka dahulu, dipenuhi oleh berbagai onak dan cobaan. Tidak ada seorang rasul-pun, melainkan merasakan hal tersebut. Dan hal itu  dirasakan pula orang-orang yang setia menyambut dan mengikuti seruan mulia mereka.</p>
<p>Namun onak dan rintangan itu tidak lantas membuat mereka patah semangat dan surut ke belakang. Bahkan sebaliknya, ia melahirkan satu optimis baru, dimana optimis tersebut terwarisi dari satu generasi ke generasi yang lain, “semakin hebat ujian dan cobaan pertanda nushrah  (pertolongan) Allah Ta’ala sudah dekat”. Syaratnya, istiqomah dan tidak putus asa.</p>
<p>Khabbab Ibnu Arats radhiallahu anhu berkata, kami pernah datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kala beliau berbaring di bawah bayang-bayang ka’bah, lalu kami mengadukan perihal cobaan yang menimpa kami dan berkata:<br />
أَلَا تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لَنَا قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الْأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ</p>
<p>فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ</p>
<p>عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الْأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لَا يَخَافُ</p>
<p>إِلَّا اللَّهَ أَوْ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ</p>
<p>“Wahai Rasululah tidakkah engkau berdoa kepada Allah (agar menurunkan pertolongan)?” Beliau bersabda: “Sungguh sebelum kalian ada orang yang diserut dengan sisir besi hingga daging tubuhnya terpisah dari tulang. Namun hal itu tidak memalingkan ia dari agamanya. Ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji, lalu badannya dibelah menjadi dua bagian. Namun hal itu juga tidak dapat memalingkan ia dari agamanya. Sungguh, Allah Ta’ala akan merubah keadaan ini, hingga seorang berkendaraan dari San’a menuju Hadramaut merasa aman, dan tidak merasa takut melainkan hanya kepada Allah dan atas kambing-kambingnya dari terkaman serigala. Akan tetapi kalian terlalu tergesa-gesa”. (HR. Bukhari no: 3343 dan Ahmad no: 20161).</p>
<p>Jalan menuju istiqomah.<br />
Dalam bukunya al-Istiqomah, Syaikh Abdullah Bin Jarullah menyebutkan beberapa jalan mencapai istiqomah:</p>
<p>Pertama:  Taubat. Yakni, membersihkan diri dari dosa dan maksiat, disertai perasaan menyesal serta tekad untuk tidak mengulangi kembali. Sungguh taubat yang dikerjakan dengan ikhlas, akan melahirkan sifat istiqomah. Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang nasuha (sungguh-sungguh dan tukus), semoga Rabbmu akan menghapus kejahatan-kejahatanmu dan akan memasukkan kamu ke syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai”. (Qs.At thahrim/66:8).<br />
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:<br />
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ</p>
<p>“Wahai segenap manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali”. (HR. Muslim no: 4871, Ahmad no: 71714, Ibnu Hibban no: 931).</p>
<p>Kedua:  Muraqobah (perasaan diawasi). Dalam artian, selalu merasakan adanya pengawasan Allah Ta’ala yang Maha Melihat lagi Maha Mengetahui. Ingat, sifat muraqobah, jika bersemayam dalam hati, akan melahirkan sifat ihsan yang merupakan puncak penghambaan diri seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:<br />
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ</p>
<p>“(Ihsan adalah) engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu”. (Muttafaqun alaihi).</p>
<p>Ketiga: Muhasabah  (intropeksi diri). Muslim yang berakal, sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah mereka yang senantiasa melakukan intropeksi diri. Sebaliknya, lalai terhadap perbuatan yang telah dilakukan baik berupa kebajikan atau keburukan, pertanda ia termasuk orang tertipu.</p>
<p>Muhasabah diri, berguna untuk mengingatkan diri sendiri tentang kekurangan dalam perkara amal shaleh. Di samping sebagai pemberi peringatan atas segala kelalaian dan dosa.</p>
<p>Alangkah indah ungkapan Umar Ibnul Khattab radhiallahu anhu,:<br />
حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا ، و زنوا أنفسكم قبل أن توزنوا</p>
<p>“Hitung-hitunglah dirimu sebelum engkau dihitung. Timbanglah dirimu sebelum engkau ditimbang pada hari kiamat kelak”. (HR. al-Tirmidzi untuk lafadz pertama no: 2383, dan Ibnu Abi Syaibah no: 18. Syaikh al-Albani berkata dalam al-Silsilah al-Dhaifah no: 1201: Mauquf).</p>
<p>Keempat:  Mujahadah (bersungguh-sungguh). Artinya, seorang muslim sadar, bahwa musuh utama yang harus ia hadapi adalah hawa nafsunya sendiri. Lantaran hawa nafsu itu senantiasa condong kepada tindak kejahatan dan kekejian. Allah Ta’ala berfirman: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan”. (Qs. Yusuf/12:53).</p>
<p>Jika demikian keadaannya, sudah tentu ia akan termotivasi bermujahadah melawan hawa nafsu serta menolak segala ajakannya. Misalnya, tatkala nafsu mengajak untuk bermalas-malas dalam ibadah, spontan ia menolak dan mencelanya. Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang bermujahadah (berjuang) mencari keridhaan Kami, maka benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat ihsan”. (Qs. Al Ankabut/29:69).</p>
<p>Kelima: Tadabbur. Yakni memikirkan dan merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala di alam ini. Termasuk tadabbur akan sirah perjalanan para sholihin terdahulu. Allah Ta’ala mengingatkan: “Dan semua kisah dari Rasul-Rasu,l Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu”. (Qs. Huud/11:120).</p>
<p>Perhatikan kisah keteguhan iman tukang sihir Fir’aun tatkala menghadapi  intimidasi Fir’aun (Qs. 20:71-72). Atau keberanian Ibrahim ketika dilempar ke dalam api yang membara (Qs. 21:69). Sudah tentu, kisah-kisah ini dapat menumbuhkan sikap istiqomah dan teguh dalam menjalankan ajaran dien.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2065&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/12/istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagi yang tertipu dan terkagum-kagum dengan iran, negara syiah</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/10/bagi-yang-tertipu-dan-terkagum-kagum-dengan-iran-negara-syiah/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/10/bagi-yang-tertipu-dan-terkagum-kagum-dengan-iran-negara-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 04:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2063</guid>
		<description><![CDATA[Sandiwara Iran “Bermusuhan” Dengan Zionis Yahudi &#38; Amerika Di antara metode yang ditempuh oleh para penggiat agama Syiah ialah dengan memanfaatkan sandiwara yang berjudul: Iran “bermusuhan” dengan Negara Yahudi dan Amerika. Isu ini sangat efektif untuk menarik simpati umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sampai-sampai terkesan bahwa negara Iran yang notabene adalah penganut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2063&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sandiwara Iran “Bermusuhan” Dengan Zionis Yahudi &amp; Amerika<br />
 Di antara metode yang ditempuh oleh para penggiat agama Syiah ialah dengan memanfaatkan sandiwara yang berjudul: Iran “bermusuhan” dengan Negara Yahudi dan Amerika.<br />
Isu ini sangat efektif untuk menarik simpati umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sampai-sampai terkesan bahwa negara Iran yang notabene adalah penganut agama Syiah adalah satu-satunya Negara pembela kepentingan umat Islam di zaman sekarang.<br />
Karenanya tatkala Indonesia yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB turut menyetuji resolusi no.1747 yang hanya berisikan kecaman terhadap rakyat Iran atas kegiatannya pengayaan uranium, betapa solidaritas umat Islam di Indonesia begitu besar untuk menuntut Presiden SBY –semoga Allah Jalla wa ‘Ala memberikan kebaikan kepadanya-, sampai-sampai DPR mengajukan hak interpelasi.<br />
Dengan adanya kejadian ini, menjadikan masyarakat kurang peka terhadap berbagai trik para penggiat agama Syiah bahkan menjadi lebih terbuka untuk menerima berbagai keanehan ajaran mereka.<br />
Saudaraku…<br />
Agar anda tahu apa sebenarnya isu “permusuhan” dengan bangsa Yahudi, saya mengajak saudara untuk merenungkan beberapa fakta berikut:<br />
1.	Iran adalah Negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar setelah Israel. Menurut sumber resmi pemerintah Iran, jumlah pemeluk agama Yahudi di Iran berkisar antara 25-30 ribu penduduk. Bahkan di kota Teheran ada lebih dari 10 Sinagogue (tempat ibadah umat Yahudi). Akan tetapi, masjid-masjid Ahlu Sunnah tidak satupun yang mereka biarkan berdiri tegak disana. Bukan sekedar itu saja, orang-orang Yahudi diberi ruang yang begitu istimewa, yaitu dengan diberikan kesempatan untuk memiliki perwakilan di parlemen. Sebagaimana umat Yahudi di Iran memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan para penganut agama Syiah. Suatu hal yang tidak mungkin dirasakan oleh komunitas Ahlu Sunnah. Bahkan komunitas Yahudi Iran hingga saat ini bebas untuk berkunjung ke karib-kerabat mereka di Israel, tanpa ada gangguan sedikitpun baik dari pemerintah Iran atau penduduk setempat. [1]<br />
2.	Adanya hubungan perdagangan  antara Iran dan Yahudi. Sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi. Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini. Pada tahun 1982 M, Yahudi menjual persenjataan yang berhasil mereka rampas dari para pejuang Palestina di Lebanon dengan harga  100 juta dolar Amerika [2]. Bahkan pada tahun 1980-1985, Zionis Yahudi merupakan Negara pemasok senjata terbesar ke Iran [3]. Sandiwara “permusuhan” Iran dan Yahudi mulai terbongkar, ketika pesawat kargo Argentina yang membawa persenjataan dari Yahudi ke Iran tersesat, sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya di tembak jatuh oleh pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan, Iran membeli persenjataan dari Yahudi seharga 150 juta dolar Amerika, sehingga untuk mengirimkan seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan [4].<br />
3.	Perdagangan antara kedua Negara (Iran &amp; Yahudi) hingga kini juga terus berkelanjutan. Sebagai salah satu buktinya, harian Palpress News Agency Edisi 25/04/2009 melaporkan bahwa di kota Teheran, telah dipasarkan buah-buahan yang diimpor dari Yahudi.<br />
4.	Bila anda mengikuti berita international, Anda pasti pernah membaca pemberitaan bahwa pada hari selasa 12/1/2010 ahli nuklir Iran yang bernama Masoud Ali-Mohammadi yang berdomisili di kota Teheran ibukota Iran, tewas di dekat rumahnya akibat serangan bom. Kementrian luar negeri Iran langsung menuduh kaki tangan AS dan Yahudi di balik serangan bom itu. Aneh bukan? Iran telah memiliki bukti bahwa Yahudi dan Amerika telah mengadakan serangan di Teheran dan telah menewaskan ahli nuklirnya. Walau demikian, tidak ada reaksi pemerintah Iran dan para penganut Syiah tetap berdarah dingin dan tidak satupun tentara Iran yang dikirim untuk membalas serangan tersebut.<br />
Foot Note:<br />
[1] Roger Cohen of The International Herald Tribune, 22 Februari 1999<br />
[2] Al-Harbul Musytarakah Iran wa Israil. Husain ‘Ali Hasyimi, hal.35<br />
[3] Ibid<br />
[4] Ibid Hal.23<br />
Sumber: Disalin ulang Majalah As Sunnah Edisi 12/Thn.XIII/Rabiul Awwal 1431H/Maret 2010M Hal.30-31<br />
reposting dari: http://alqiyamah.wordpress.com/2010/04/13/sandiwara-iran-%E2%80%9Cbermusuhan%E2%80%9D-dengan-zionis-yahudi-amerika/</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2063/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2063&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/10/bagi-yang-tertipu-dan-terkagum-kagum-dengan-iran-negara-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 08:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2060</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca muslim yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2060&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca muslim yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ</p>
<p>“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan tamu dan bertamu. Kami membagi pembahasan ini dalam dua bagian, yaitu adab bagi tuan rumah dan adab bagi tamu.</p>
<p>Adab Bagi Tuan Rumah</p>
<p>1. Ketika mengundang seseorang, hendaknya mengundang orang-orang yang bertakwa, bukan orang yang fajir (bermudah-mudahan dalam dosa), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ</p>
<p>“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</p>
<p>2. Tidak mengkhususkan mengundang orang-orang kaya saja, tanpa mengundang orang miskin, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ</p>
<p>“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>3. Tidak mengundang seorang yang diketahui akan memberatkannya kalau diundang.</p>
<p>4. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,</p>
<p>مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى</p>
<p>“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)</p>
<p>5. Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan semampunya saja. Akan tetapi, tetap berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan yang terbaik. Allah ta’ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama tamu-tamunya:</p>
<p>فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ</p>
<p>“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)</p>
<p>6. Dalam penyajiannya tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga, tetapi bermaksud untuk mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau diberi gelar “Abu Dhifan” (Bapak para tamu) karena betapa mulianya beliau dalam menjamu tamu.</p>
<p>7. Hendaknya juga, dalam pelayanannya diniatkan untuk memberikan kegembiraan kepada sesama muslim.</p>
<p>8. Mendahulukan tamu yang sebelah kanan daripada yang sebelah kiri. Hal ini dilakukan apabila para tamu duduk dengan tertib.</p>
<p>9. Mendahulukan tamu yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا</p>
<p>“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad). Hadits ini menunjukkan perintah untuk menghormati orang yang lebih tua.</p>
<p>10. Jangan mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.</p>
<p>11. Di antara adab orang yang memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan, tidak tidur sebelum mereka tidur, tidak mengeluhkan kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, dan merasa kehilangan tatkala pamitan pulang.</p>
<p>12. Mendekatkan makanan kepada tamu tatkala menghidangkan makanan tersebut kepadanya sebagaimana Allah ceritakan tentang Ibrahim ‘alaihis salam,</p>
<p>فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ</p>
<p>“Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pada mereka.” (Qs. Adz-Dzariyat: 27)</p>
<p>13. Mempercepat untuk menghidangkan makanan bagi tamu sebab hal tersebut merupakan penghormatan bagi mereka.</p>
<p>14. Merupakan adab dari orang yang memberikan hidangan ialah melayani para tamunya dan menampakkan kepada mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dengan wajah yang ceria dan berseri-seri.</p>
<p>15. Adapun masa penjamuan tamu adalah sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيَْلَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ :يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ</p>
<p>“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.”</p>
<p>16. Hendaknya mengantarkan tamu yang mau pulang sampai ke depan rumah.</p>
<p>Adab Bagi Tamu</p>
<p>1. Bagi seorang yang diundang, hendaknya memenuhinya sesuai waktunya kecuali ada udzur, seperti takut ada sesuatu yang menimpa dirinya atau agamanya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>مَنْ دُعِىَ فَلْيُجِبْ</p>
<p>“Barangsiapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)</p>
<p>وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْـوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ</p>
<p>“Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Untuk menghadiri undangan maka hendaknya memperhatikan syarat-syarat berikut:</p>
<p>    * Orang yang mengundang bukan orang yang harus dihindari dan dijauhi.<br />
    * Tidak ada kemungkaran pada tempat undangan tersebut.<br />
    * Orang yang mengundang adalah muslim.<br />
    * Penghasilan orang yang mengundang bukan dari penghasilan yang diharamkan. Namun, ada sebagian ulama menyatakan boleh menghadiri undangan yang pengundangnya berpenghasikan haram. Dosanya bagi orang yang mengundang, tidak bagi yang diundang.<br />
    * Tidak menggugurkan suatu kewajiban tertentu ketika menghadiri undangan tersebut.<br />
    * Tidak ada mudharat bagi orang yang menghadiri undangan.</p>
<p>2. Hendaknya tidak membeda-bedakan siapa yang mengundang, baik orang yang kaya ataupun orang yang miskin.</p>
<p>3. Berniatlah bahwa kehadiran kita sebagai tanda hormat kepada sesama muslim. Sebagaimana hadits yang menerangkan bahwa, “Semua amal tergantung niatnya, karena setiap orang tergantung niatnya.” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>4. Masuk dengan seizin tuan rumah, begitu juga segera pulang setelah selesai memakan hidangan, kecuali tuan rumah menghendaki tinggal bersama mereka, hal ini sebagaimana dijelaskan Allah ta’ala dalam firman-Nya:</p>
<p>يَاأََيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَدْخُـلُوْا بُيُـوْتَ النَّبِي ِّإِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَـعَامٍ غَيْرَ نَاظِـرِيْنَ إِنهُ وَلِكنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِـرُوْا وَلاَ مُسْتَئْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إَنَّ ذلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحِي مِنْكُمْ وَاللهُ لاَ يَسْتَحِي مِنَ اْلحَقِّ</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.” (Qs. Al Azab: 53)</p>
<p>5. Apabila kita dalam keadaan berpuasa, tetap disunnahkan untuk menghadiri undangan karena menampakkan kebahagiaan kepada muslim termasuk bagian ibadah. Puasa tidak menghalangi seseorang untuk menghadiri undangan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>إذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَانَ صَاِئمًا فَلْيُصَِلِّ وِإِنْ كَانَ مُفْـطِرًا فَلْيُطْعِمْ</p>
<p>“Jika salah seorang di antara kalian di undang, hadirilah! Apabila ia puasa, doakanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!” (HR. Muslim)</p>
<p>6. Seorang tamu meminta persetujuan tuan untuk menyantap, tidak melihat-lihat ke arah tempat keluarnya perempuan, tidak menolak tempat duduk yang telah disediakan.</p>
<p>7. Termasuk adab bertamu adalah tidak banyak melirik-lirik kepada wajah orang-orang yang sedang makan.</p>
<p>8. Hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin agar tidak memberatkan tuan rumah, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam ayat di atas: “Bila kamu selesai makan, keluarlah!” (Qs. Al Ahzab: 53)</p>
<p>9. Sebagai tamu, kita dianjurkan membawa hadiah untuk tuan rumah karena hal ini dapat mempererat kasih sayang antara sesama muslim,</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)</p>
<p>10. Jika seorang tamu datang bersama orang yang tidak diundang, ia harus meminta izin kepada tuan rumah dahulu, sebagaimana hadits riwayat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:</p>
<p>كَانَ مِنَ اْلأَنْصَارِ رَجـُلٌ يُقَالُ لُهُ أَبُوْ شُعَيْبُ وَكَانَ لَهُ غُلاَمٌ لِحَامٌ فَقَالَ اِصْنَعْ لِي طَعَامًا اُدْعُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَدَعَا رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَقَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ دَعَوْتَنَا خَامِسَ خَمْسَةٍ وَهذَا رَجُلٌ قَدْ تَبِعَنَا فَإِنْ شِئْتَ اْذَنْ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ تَرَكْتُهُ قَالَ بَلْ أَذْنْتُ لَهُ</p>
<p>“Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridho, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Suaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>11. Seorang tamu hendaknya mendoakan orang yang memberi hidangan kepadanya setelah selesai mencicipi makanan tersebut dengan doa:</p>
<p>أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ, وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارَ,وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ اْلمَلاَئِكَةُ</p>
<p>“Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.” (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)</p>
<p>اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي</p>
<p>“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)</p>
<p>اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ</p>
<p>“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)</p>
<p>12. Setelah selesai bertamu hendaklah seorang tamu pulang dengan lapang dada, memperlihatkan budi pekerti yang mulia, dan memaafkan segala kekurangan tuan rumah.</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Abu Sa’id Satria Buana<br />
Artikel www.muslim.or.id</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2060&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahayanya Sekulerisme &#8211; La Diniyah</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/bahayanya-sekulerisme-la-diniyah/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/bahayanya-sekulerisme-la-diniyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 07:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2057</guid>
		<description><![CDATA[Kultur imperialisme Barat telah mewariskan semacam “mazhab pikiran” yang amat menyesatkan dunia Islam (Alam Islamy), ialah suatu pandangan hidup yang “serba dunia”, sekulerisme atau La Diniyah! Faham sekulerisme membawa ajaran, Islam tidak perlu dibawa-bawa mengatur masyarakat. Agama adalah soal pribadi dan ukhrawi, persoalan dunia dan negara, persoalan masyarakat an kehidupan manusia seluruhnya, terserah kepada pikiran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2057&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kultur imperialisme Barat telah mewariskan semacam “mazhab pikiran” yang amat menyesatkan dunia Islam (Alam Islamy), ialah suatu pandangan hidup yang “serba dunia”, sekulerisme atau La Diniyah!</p>
<p>Faham sekulerisme membawa ajaran, Islam tidak perlu dibawa-bawa mengatur masyarakat. Agama adalah soal pribadi dan ukhrawi, persoalan dunia dan negara, persoalan masyarakat an kehidupan manusia seluruhnya, terserah kepada pikiran, otak dan rasio manusia. Tangan Tuhan tidak boleh ikut campur mengatur urusan manusia.</p>
<p>Ajaran imperialisme Barat itu tentu saja dalam rangka tujuan hendak meng-Kristenkan dan meng-Kafirkan umat Islam, hendak melikwidir Islam dari muka bumi.</p>
<p>Siasat jahat kaum imperialis ini mendapat ruang dan peluang yang lapang di negeri-negeri Islam yang dijajahnya. Kelakuan dan tindak-tanduk para penguasa dan kepala negara yang menyebut dirinya, “wakil Tuhan” di dunia, tetapi sudah menyimpang dari Qur’an dan Sunnah, telah menyekasikan kezaliman Sultan Abdul Hamid yang telah membawa malapetaka bangsa Turki dalam masa yang panjang.</p>
<p>Gerakan Turki Muda dengan pimpinan Mustafa Kamal berhasil menggulingkan kekuasaan Sultan yang zalim itu. Akan tetapi Mustafa Kamal tidak memberikan alternatif yang benar kepada rakyat yang sudah terlepas dari belenggu kezaliman itu. Kemalisme telah mengubah wajah Turki menjadi bangsa dan negara sekuler.</p>
<p>Segala yang berbau “Arab” dimusnahkan. Bahasa ibadah dilarang, karena ia adalah “Arab” yang harus dibasmi. Nasionalisasi dan rasionalisasi dilancarkan. Adzan dan iqamat harus diganti dengan bahasa Turki, tidak boleh lagi dengan bahasa Arab, karena Arab adalah malapetaka dan sumber bencana. Mustafa Kamal hendak membangun sebuah rumah melalui menghancurkan sebuah kota. Bangsa Turki yang pernah dalam sejarah mengambil alih dan meneruskan pimpinan dan kejayaan Islam, dipaksa dengan sekulerisme yang didatangkan dari Barat.</p>
<p>Mustafa Kamal emoh kepada Timur (Islam) dan dia berkiblat ke Barat. Kemalisme hendak membangun Turki Baru dengan jalan menindas kehidupan rohani, kehidupan jiwa bangsa Turki sendiri. Jika hanya menilainya dari satu segi, Mustafa Kamal memang seorang pahlawan.</p>
<p>Dia sukses dan jaya menjatuhkan rezim lama yang zalim. Dia telah diangkat menjadi “Bapak” Republik Turki, dan namanya diganti menjadi dengan Kemal Attaturk, Bapak Bangsa, sebagai tanda penghormatan dan penghargaan kepada jasanya.</p>
<p>Tetapi, apakah dia seorang patriot yang sempurna, masih menjadi pertanyaan? Bahkan patriot yang sempurna harus mengenal betul jiwa bangsanya, nurani dan naluri bangsanya, isi dada, darah dan daging bangsanya?</p>
<p>Kalau Kemal kesal, dendam dan benci melihat praktek para Sulltan sebelum dia mengendalikan negara, orang seperti dia tentunya tahu, bahwa para Sultan itu telah menyimpang dan menyeleweng dari Qur’an dan Sunnah.</p>
<p>Kenapa justru Islam (hukum dan syariahnya) yang harus menerima hukuman pengebirian, dan menggantinya dengan sekulerisme Barat? Sekulerisme atau La Diniyah yang dipaksakan kepada bangsa yang telah berabad-abad menerima dan mengamalkan Islam yang malah telah membuat bangsa Turki menjadi besar dan jaya dalam sejarah. Pada hakekatnya Bapak Turki pada permulaan telah menanamkan bibit antipati dalam hati rakyat. Dia bukan saja tidak mendengar nurani dan naluri bangsanya, tetapi malah menentang hatinurani budi dan naluri bangsanya.</p>
<p>Berhasilkah dia menyembuhkan “Orang sakit Eropa” (Turki) itu dengan resep imperialis, ialah sekulerisme, paham yang memecah dniawi dan ukhrawi, menceraikan jasmani dengan dengan ruhani? Sejarah menyaksikan “Orang sakit” itu masih tetap belum mendapatkan kesembuhannya. Telah puluhan tahun sekulerisme memerintah bangsa Turki, tetapi bangsa itu tetap “Orang sakit” yang menunggu obat.</p>
<p>Tiga tahun yang lalu seorang sahabat yang pernah tinggal di Ankara, ibukota Turki, menceritakan kepada saya, bagaimana nasib malapetaka dan sengsara bangsa Turki sampai sekarang ini. Teman itu berkata, “Seorang penjabat tinggi negara Turki pernah berkata kepda saya dengan nada haru dan keluh kesah, bahwa suatu waktu di di Amerika melihat pembesar-pembesar pemerintah setiap hari minggu datang ke Gereja dengan anak isterinya. Ingin menjabat negara itu hal yang seperti itu berjalan di negerinya, dia ingin mellhat kehidpan yang subur dinegerinya.</p>
<p>Kehidupan rakyat jauh dibawah taraf yang layak sebagai manusia yang adab. Ekonomi dan sosial rakyat belum mendapat perubahan. Jiwa dna nurani rakyat kering. Jika hendak mendirikan masjid atau madrasah harus meminta izin lebih dahulu kepada pemerintah. Sekulerisme sudah kehilangan akal dan kehabisan daya untuk mengendalikan rakyat Islam yang terkenal fanatik dan teguh hati.</p>
<p>Rakyat rindu kebebasan hidup beragama, kebebasan mengembangkan kodrat dan thaat. Rakyat rindu dan terkenang kepada sejarah lama, sejarah nenek moyang yang besar, warisan Islam. Teman itu pernah memberi nasehat kepada teman Turki seraya mengatakan, “.. Kalau Tuan ingin membangun negeri Tuan, ingin membangun kembali bangsa Turki, Tuan harus kembali memaki cara yang pernah menjayakan bangsa ini dahulu”, tukasnya.</p>
<p>Suatu bangsa yang agamanya telah menjadi darah daging, tidak mungkin ditegakkan dengan sistem yang bertentangandengan jiwanya. Sekulerisme mungkin b erhasil dilaksanakan pada bangsa luar Islam. Jika revolusi Perancis gagal, karena rakyat tidak mendapatkan kebbebasan dan dan kebahagiaan dalam soal ekonomi, maka Revolusi Turki Muda gagal, karena tidak berlandaskan semangat dan jiwa rakyat. Bukan di Turki saja, kita melihat adanya sekulerisme. Juga banyak negara-negara Islam yang menyebutkan undang-udang Dasarnya berdasar Islam, tetapi sistem perundang-undangnya menyimpang dari tuntunan syari’ah.</p>
<p>DR. Abdul Qadir Audah rahimahullah, seorang ulama Mesir, yang ikut menggulingkan rezim Farouk waktu Revolusi Mesir 1952, dalam bkunya, “Islam dan Perundan-Undangan” :</p>
<p>“Sudah menjadi tabi’at Islam , bahwa ia merupakan dasar hukum pada tiap negeri yang telah dimasuksinya, dan bila Islam itu merupakan agama, maka ia menjadi syariat yang sempurna tiap-tiap muslim.</p>
<p>Karenanya, syari’at Islam adalah undang-undang yang satu-satunya bagi tiap-tiap bagi negeri Islam sejak Islam menjelma ke negeri itu, dan hal seperti itu berlangsung sampai imperialisme berkuasa menggagahi negeri-negeri Islam itu. Maka masuklah Perundang-undangan Eropa ke negeri-negeri Islam, atau karena pemimpin Islam itu telah dapat ditipu oleh imperialis Barat.</p>
<p>Itulah awalnya bencana yang terjadi di dunia Islam yang menghancurkan umat Islam, dan seluruh struktur kehidupannya.</p>
<p>Hendaklah umat Islam mengerti, bahwa Islamlah yang menciptakan mereka, menjadikannya sebaik-baik umat yang dibangkitkan untuk manusia, dan menyebabkan mereka dulu bisa berkuasa diatas kekuasaan-kekuasaan dunia, dan syariat Isalm itulah yang mengajar dan mendidik mereka, merasakan artinya mulia dan jaya, memberikan kekuatan dan cita-cita, melahirkan pahlawan-pahlawan yang membuka negeri-negeri Islam.</p>
<p>Syariah Islamlah yang membawa manusia kepada persamaan yang sesungguhnya dan keadilan yang mutlak, dan mewajibkan mereka bekerjasama diatas dasar kebaikan dan taqwa, dan bahwa mereka mengajak yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang mungkar. Sekulerisme dan La Diniyah tidak ada hubungannya dengan kehidupan kaum Muslimin. Wallahu&#8217;alam.</p>
<p>oleh KH. Mohamad Isa Anshory<br />
-eramuslim-</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2057/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2057&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/bahayanya-sekulerisme-la-diniyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fitnah Akhir Zaman dari Arab Saudi</title>
		<link>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/fitnah-akhir-zaman-dari-arab-saudi/</link>
		<comments>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/fitnah-akhir-zaman-dari-arab-saudi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 06:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>upikjoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://upikjoe.wordpress.com/?p=2055</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Muslimin Dihancurkan dari Dalam Tsauban Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyatukan untukku dunia, lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya seluas yang disatukan Allah untukku dan aku diberi dua harta simpanan yaitu emas dan perak lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2055&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kaum Muslimin Dihancurkan dari Dalam</strong></p>
<p>Tsauban Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyatukan untukku dunia, lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya seluas yang disatukan Allah untukku dan aku diberi dua harta simpanan yaitu emas dan perak lalu aku memohon kepada Rabb-ku untuk umatku agar dia tidak menghancurkannya dengan kelaparan yang menyeluruh, dan menguasakan atas mereka musuh-musuhnya dari selain mereka sendiri lalu menghancurkan seluruh jama’ah mereka, dan Rabb-ku berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya Aku jika telah memutuskan satu qadha’ maka tidak dapat ditolak, dan Aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu bahwa Aku tidak akan menghancurkan mereka dengan kelaparan yang menyeluruh dan tidak akan menguasakan atas mereka musuh-musuh dari selain mereka yang menghancurkan seluruh jama’ahnya walaupun mereka telah berkumpul dari segala penjuru – atau mengatakan- : Orang yang ada diantara penjuru dunia- sampai sebagian mereka membunuh dan menjadikan rampasan perang sebagian yang lainnya” [Hadits Shahih Riwayat Muslim (2889)]</p>
<p>Sungguh, meskipun kaum kafir dari seluruh dunia bersatu, mereka tidak akan mampu menguasai seluruh kaum muslimin sampai sebagian kita membunuh dan menjadikan rampasan perang sebagian yang lain. Inilah fitnah akhir zaman yang mau tidak mau harus kita hadapi. Pembunuhan antar sesama kaum muslimin seperti yang ada di Iraq dan Timur Tengah. Sungguh fitnah zaman ini adalah perpecahan dan permusuhan di antara kaum muslimin sendiri. Belum lagi ditambah ancaman dan terkaman dari orang-orang kafir.</p>
<p><strong>Sumber Fitnah dari Nejd (Arab Saudi) </strong></p>
<p>Dari Ibnu Umar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Ya Alloh berkahilah Syam kami dan Yaman kami”. Para sahabat berkata, “juga Nejd kami?” Rasulullah berkata, “Ya Alloh berkahilah Syam kami dan Yaman kami”. Para sahabat berkata, “juga Nejd kami?” –Saya (perawi) menduga beliau menyebutkan tiga kali- kemudian Nabi bersabda, “Dari sanalah (Nejd) keguncangan dan fitnah bermula, dan disana pula muncul dua tanduk syaithan.” (HR Bukhari)</p>
<p>Para Wahabi / Salafy memahami Nejd dalam hadits di atas adalah Iraq. Mereka berargumentasi bahwa jika dipandang dari Madinah, Nejd (Iraq) berada di timurnya sedangkan Nejd (pedalaman Arab) berada di selatannya. Berikut hadits shohih yang mereka anggap menguatkan pendapatnya:</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menghadap ke arah timur  kemudian bersabda : “Ketahuilah sesungguhnya fitnah berasal dari sini, sesungguhnya fitnah berasal dari sini, disinilah muncul tanduk syaithan.” (HR Muslim)</p>
<p>Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul). (HR Bukhori no 7123, Juz 6 hal 2074. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban)</p>
<p>Padahal telah diketahui bersama, bahwa ketika Nabi bersabda demikian, beliau berada di Madinah, dan ketika itu beliau menghadap ke arah timur sedangkan timur Madinah adalah  Nejd (pedalaman Arab) bukan Iraq (Silakan lihat di peta dunia, khususnya peta Saudi Arabia) Saya yakin Nabi tidak bingung arah, sehingga bingung mana timur, mana utara. Saya yakin, orang yang membuat peta juga tidak bingung arah, sehingga timur dianggap utara dan selatan dianggap timur. Sungguh, selatannya Madinah adalah Makkah, bukannya Nejed seperti yang dikira oleh orang-orang yang bingung arah itu. Kami sarankan bagi mereka membeli kompas dan datang sendiri ke sana jika tidak mempercayai peta. Ada garis lurus ke timur dari Madinah menuju kota Riyadh (salah satu kota di wilayah Nejd yang dulu merupakan tempat tinggal orang-orang Badui). Tidak meleset ke utara, tidak pula meleset ke selatan. Nejd (timurnya Hijaz) sendiri berada diantara Medina (baratnya) dan Yamama (timurnya).</p>
<p>Catatan:<br />
 * Seorang muslim tidak boleh mengingkari hadits di atas apalagi riwayatnya shohih dengan periwayat dua imam hadits terpercaya (Imam Bukhari dan Imam Muslim)<br />
    * Seorang muslim tidak boleh berdusta dan asal berdalih, mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, serta menyembunyikan kebenaran hanya untuk membela golongannya. Bukan untuk menegakkan kebenaran dan melayani kepentingan kaum Muslimin seluruhnya. Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang paling dibenci Allah ialah pembantah yang mencari-cari alasan untuk memenangkan pendapatnya.“ Riwayat Muslim.<br />
    * Salafy / Wahabi tidak perlu khawatir jika mereka merasa benar-benar berada di atas kebenaran. Atau bahkan merasa paling benar sendiri. Siapa tahu yang dimaksud Rasulullah adalah fitnah lain seperti kemungkinan munculnya para du’at penyeru pintu Jahannam dari Nejd (Arab). Mereka menyerukan egoisme dan sombongisme berkedok monoteisme (tauhid) sehingga yang mengijabahinya akan memasuki pintu Jahannam itu menjadi gerombolan anjing-anjing neraka.<br />
    * Maksud asal fitnah dari Nejd (Arab Saudi) tidak bisa kemudian dilihat dari lahirnya saja. Boleh jadi kita tertipu melihat suasana yang terkesan tenang dan baik. Hal ini seperti tsunami. Asalnya gempa di kedalaman laut. Tapi lautnya sendiri terlihat tenang setelah gempa itu. Kemudian negeri-negeri di sekitarnya mengalami imbas kerusakan yang dahsyat.<br />
    * Dalam sejarah Islam, satu-satunya kelompok yang bercukur adalah para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal tersebut terjadi di masa lalu dan kini sudah ditinggalkan. (Sumber : rubrik : Bayan, majalah bulanan Cahaya Nabawiy No. 33 Th.III Syaban 1426 H / September 2005 M) lihat juga: http://allangkati.blogspot.com/2010/06/wilayah-nejd.html<br />
    * Kesimpulan: Kita harus hati-hati dengan semua syubhat dan fitnah yang berasal dari negeri Nejd (timurnya Hijaz). Kita harus belajar sejarah (tarikh) khususnya tentang negeri Nejd sejak zaman nabi, dakwah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab (Gerakan Wahabi) sampai terbentuknya Kerajaan Saudi Arabia. Kita juga harus selalu memantau Nejd, negeri timurnya Madinah, yang di sana ada kota Riyadh, ibukotanya Kerajaan Saudi Arabia (KSA), termasuk gerak-gerik mereka terhadap kepentingan Kaum Muslimin di seluruh dunia. Hati-hatilah fitnah dari Nejd (timurnya Hijaz) !</p>
<p>-Blog Wp nafismudrika-</p>
<br />Filed under: <a href='http://upikjoe.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/upikjoe.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/upikjoe.wordpress.com/2055/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=upikjoe.wordpress.com&amp;blog=3006631&amp;post=2055&amp;subd=upikjoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://upikjoe.wordpress.com/2012/01/02/fitnah-akhir-zaman-dari-arab-saudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/759b29720651dc087512da4e8133e43b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">upikjoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
