JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Februari 16, 2009

Mengkhatamkan AlQur’an melebihi 40 hari dapat mengakibatkan seseorang melupakan Al Qur’an dan dianggap telah meremehkan Al Qur’an..

Filed under: Uncategorized — Tag:, , , — upikjoe @ 3:52 pm

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwasanya Nabi saw pernah berkata kepadanya,”Bacalah Al Qur’an dalam empat puluh hari.” (HR. Tirmidzi)

 Hambal berkata bahwa Abu Abdillah mengkhatamkan Al Qur’an dari hari jum’at hingga hari jum’at (berikutnya). Hal ini seperti yang diriwayatkan dari Nabi saw yang berkata kepada Abdullah bin ‘Amr,”Bacalah (khatamkan) Al Qur’an dalam tujuh hari dan janganlah melebihinya.” (HR. Abu Daud)

Dari ‘Aus bin Hudzaifah berkata,”Kami mengatakan kepada Rasulullah saw,”Sesungguhnya kami lambat sekali malam ini.’ dia berkata,’Aku hanya mendapatkan satu hizb (bagian) dari Al Qur’an maka aku pun tidak ingin keluar hingga menyelesaikannya.’ Kemudian ‘Aus bertanya kepada para sahabat Nabi saw,”Berapa kali kalian membaca (untuk mengkhatamkan) Al Qur’an?” mereka menjawab,”Tiga kali, lima kali, tujuh kali, sembilan kali, sebelas kali, tiga belas kali dan satu kali saja.” Diriwayatkan oleh Abu Daud.

Dan dimakruhkan bagi seseorang mengkhatamkan Al Qur’an lebih dari empat puluh hari, sebagaiman hadits Nabi saw yang menanyakan kepada Abdullah bin ‘Amr tentang berapa lama dia mengkhatamkan Al Qur’an? Dia menjawab,’sebulan.’ Kemudian dia berkata,’dalam duapuluh hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam lima belas hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam sepuluh hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam tujuh hari.’ Dan tidak kurang dari itu.” (HR. Abu Daud)

Ahmad mengatakan bahwa waktu maksimal seorang mengkhatamkan Al Qur’an adalah empat puluh hari karena mengkhatamkannya melebihi dari waktu itu (40 hari) dapat mengakibatkan dirinya melupakan Al Qur’an dan dianggap telah meremehkan Al Qur’an…

Dan apabila hal itu terjadi tanpa ada halangan dalam dirinya namun apabila dia memiliki halangan maka dia diberikan keleluasaan. (Al Mughni juz II hal 374)

 .. “berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al Furqan : 30)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: