JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Februari 15, 2010

Siapa yang engkau cintai?

Filed under: Uncategorized — upikjoe @ 12:49 am

Sebuah pertanyaan yang sangat berharga tentang cinta pernah disampaikan oleh seorang Badwi kepada Nabi Muhammad -ucapkanlah shalawat untuk beliau- : “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum, namun tidak berjumpa dengan mereka?”
Nabi saw. menjawab, “ٍٍSeseorang akan bersama siapa yang dicintainya, pada Hari Kiamat.”

Sejauh ini, belum banyak buku yang saya baca menerangkan secara gamblang makna kalimat “Seseorang akan bersama siapa yang dicintainya pada Hari Kiamat”. Mungkin bacaan saya memang tidak terlalu banyak. Namun, garis besar penjelasan yang disampaikan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ighotsatul Lahfan min Mashoyidis Syaithon yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Al-Qowam dengan judul Menyelamatkan Hati dari Tipu Daya Setan sedikit membantu pemahaman saya. Beliau mengemukakan bahwa di akhirat kelak, seseorang akan dikumpulkan bersama apa dan siapa yang dicintainya. Jika kecintaan itu dalam keridhaan Allah, maka kebersamaan tersebut dalam kenikmatan dan rahmat dari Allah di Surga. Namun, jika kecintaan tersebut dibangun di atas landasan yang tidak diridhai oleh Allah, maka kebersamaan itu kelak dalam siksa di neraka.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mencontohkan. Orang yang sangat mencintai harta. Ia senantiasa terobsesi untuk mengumpulkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Tenaga, fikiran, dan daya upaya dikerahkannya untuk mengumpulkan harta sehingga banyak kewajibannya kepada Allah dilalaikan. Kadang ia mengumpulkan harta dengan menzalimi orang lain, mengambil harta yang haram, dan melakukan hal-hal yang diharamkan syariat. Ia gunakan harta untuk bermegah-megahan dan untuk menikmati berbagai kesenangan dalam kemaksiatan. Zakat hartanya, yang merupakan hak orang lain dan sekaligus merupakan rukun Islam ketiga, tidak dia tunaikan. Maka, Allah SWT. kelak mengumpulkan orang semacam ini dengan hartanya pada Hari Kiamat. Saat itu, Allah mengubah harta tersebut menjadi seekor ular cobra yang selalu menggigit sambil berkata, “Akulah hartamu, akulah barang-barang simpananmu!”

Tentang Si Badwi, ia menjadi contoh tentang orang yang nasibnya terkatrol karena cinta. Ada jarak yang sangat jauh antara dirinya dengan Rasulullah saw. Rasulullah saw. tinggal di Madinah, sedangkan Si Badwi hidup tidak menetap, berpindah-pindah dari satu padang ke padang yang lain. Ia jarang bertemu dengan beliau. Ilmunya tidak seberapa dibandingkan dengan para sahabat yang saban hari bergaul dengan Nabi. Dalam hal budi pekerti, para sahabat Nabi sempat memarahinya karena berteriak-teriak, “Hei Muhammad!” dan bersikap kurang sopan sesaat sebelum menyampaikan pertanyaan kepada beliau. Begitu pun amal, ibadah, dan ketakwaannya kepada Allah. Tidak bisa dibandingkan dengan sahabat Rasulullah saw., apalagi dengan Rasulullah saw. Namun demikian, ia mencintai Rasullah saw. Sangat mudah untuk memahami jika kedudukan Si Badwi ini di akhirat kelak jauh dari kedudukan Rasululullah saw.. Namun karena cintanya kepada Rasulullah saw., ia kelak dipertemukan dengan orang yang dicintainya, Rasulullah saw.

-Wp hawinmurtadlo-

1 Komentar »

  1. Kak, izin copas ya….syukron, jazakillah

    Komentar oleh lia — Februari 16, 2010 @ 2:21 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: