JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Juni 16, 2010

Menjalani hidup dan hidup?

Filed under: Uncategorized — upikjoe @ 9:21 am

Filsafat tidak menjadi objek dari aktivitas kita, akan tetapi menjadi predikat atau aktivitas diri kita sebagai subjek. Objeknya adalah kehidupan. Di sini, kita menjadi filsuf minimal untuk hidup dan diri kita sendiri. Karena itu berkenalan dengan filsafat tidaklah sama dengan berfilsafat.

Menurut hemat saya, ungkapan tersebut akan lebih bermakna jika sedikit diubah menjadi “Menjalani hidup dan hidup adalah dua aktivitas yang berbeda”. Menjalani hidup berarti kita memposisikan diri kita sebagai subjek di satu sisi, dan hidup sebagai objek atas aktivitas kita di sisi yang lain. Subjek dan objek merupakan dua entitas yang berbeda. Keduanya memiliki tempat masing-masing, bahkan mungkin tak mustahil keduanya memiliki jarak yang cukup jauh, sehingga untuk mengenal dan mengamatinya kita butuh cara. Cara inilah yang sering kita sebut sebagai metode atau metodologi (berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti jalan).

Metodologi adalah cara yang kita pilih untuk bisa berhubungan dengan objek, bahkan tidak hanya berhubungan tapi juga berdekatan. Karena itu metodologi juga disebut approach (pendekatan). Metodologi yang kita gunakan dalam pengamatan suatu objek sangat ditentukan oleh perspektif (point of view) yang kita pilih.

Perspektif inilah yang menentukan tempat kita dalam mengamati hal yang kita amati. Kita tidak bisa menggunakan banyak perspektif karena keterbatasan kita sebagai manusia.

Begitu pula dalam kegiatan pengamatan hidup, kita butuh metode dan perspektif. Menurut saya, perspektif yang paling tepat adalah Islam; dan metodologi yang cocok adalah metodologi normatif (berasal dari bahasa Yunani “Norma” yang berarti pedoman atau ukuran).

Karena Islam sendiri adalah agama yang memiliki norma (ukuran) yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan demikian, metodologi normatif dan perspektif Islam kita bisa mengenal hidup, bahkan kita menjadi tahu akan kebermaknaan hidup yang selanjutnya kita tidak hanya menjalani hidup tapi juga kita hidup. Di sini, hidup tidak hanya sebatas objek, tapi juga menjadi predikat dari kita.

-tanbihun.com-

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: