JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Juni 18, 2010

Ber”hijrah” & istiqamah

Filed under: Uncategorized — upikjoe @ 8:58 am

Ummat Muhammad itu seperti air hujan yang tak dapat diketahui mana yang lebih baik, awalnya atau akhirnya. “Umatku (umat Muhammad) ibarat air hujan, tidak diketahui mana yang lebih baik awalnya atau akhirnya.” (Mashabih Assunnah). Janganlah kita mengagumi amal seseorang sebelum kita melihat bagaimana endingnya.

Ketahuilah, dengan telah berhijrah, bukan berarti kita telah aman dari segala tipu daya syetan. Justru, ia akan semakin kuat godaannya, membuat kita lupa siapa diri kita. Bahwa sesungguhnya kita adalah manusia yang harus senantiasa memperbaiki diri sepanjang hayat.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa bila ia mengetahui dirinya nanti akan mati dalam keadaan muslim, ia akan tenang melakukan apa saja. Tapi pasalnya, tidak ada seorangpun yang mengetahui apakah akan mati dalam keadaan Islam atau tidak. Inilah yang membuat Ali selalu waspada dalam hidup dan berjuang tak kenal henti.

Dalam Kitab Shahih Muslim terdapat kisah ‘Amr ibnul ‘ash, seorang sahabat Rasul, yang mengatakan: “Hai manusia, sesungguhnya aku menjalani hidupku dalam tiga tahapan:

1. Dahulu pada masa jahiliyah aku tidak mengenal Islam dan orang yang paling aku benci saat itu adalah Rasulullah SAW. Demi Allah, seandainya saat itu aku mempunyai kesempatan terhadapnya, niscaya aku bunuh dia dan seandainya aku mati dalam keadaan seperti itu, pastilah aku termasuk ahli neraka.

2. Selanjutnya aku masuk Islam” –merupakan kenangan yang paling indah baginya- “Aku datang ke Madinah menemui Rasulullah SAW. Ketika beliau melihatku, langsung beliau menyambutku dengan sambutan yang hangat dan tersenyum kepadaku……………

3. Selanjutnya, dunia mempermainkan dan membolak-balikkanku, demi Allah sampai aku tidak mengetahui hendak dibawa kemana diriku ini. Akan tetapi, aku tetap berpegang teguh pada Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah sampai akhir hayatku.”

‘Amr bin ‘Ash pun meninggal dunia dalam keadaan berpegang teguh pada syahadat tauhid tanpa pernah membukanya hingga dimasukkan ke dalam liang kuburnya.

Sungguh tidak ada yang dapat mengetahui bagaimana ending kehidupan kita kelak. Oleh karena itu hendaknya kita semua, manusia-manusia hijrah, harus senantiasa berdoa kepada Allah SWT:
Yaa muqallibal quluubi tsabbit qalbi ‘alaa diinik, “Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Pun berdoa “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” ( QS. Ali Imran : 8 )

-hudzaifah.org-

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: