JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Desember 10, 2010

Penyamaan Agama adalah Perbuatan Kufur

Filed under: Uncategorized — upikjoe @ 2:05 pm

Ide penyatuan agama terus digemakan hingga sekarang. Dagangan orientalis yg dijajakan oleh para pengekor Barat berbaju muslim ini kian meramaikan bursa kesesatan yg telah ada sebelumnya. Dan agar lbh mudah diserap “pasar” kemasan pun dibuat sedemikian manis menonjolkan sisi-sisi humanis yg sejati adl racun bagi kaum muslimin.

Bingkisan dan oleh-oleh dari Barat utk kaum muslimin kembali menghunjam. I’tiqad dan seruan-seruan kufur mereka datang silih berganti menggugat kebenaran Islam. Ideologi-ideologi sesat meramaikan media-media massa. Di mimbar-mimbar satu tumbang seribu kesesatan bangkit kembali.
Alhamdulillah sebagian kaum muslimin masih tersadar jika menghadapi ideologi dari luar. Namun ketika manuver sesat datang dari dlm diri umat Islam sendiri berupa konsep menyamakan Islam dgn selain dgn istilah sinkretisme agama di sinilah terlihat bahwa kaum muslimin sangat jauh dari ajaran agama dan terlelap dlm buaian taqlid serta fanatik.
Musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui bahwa mereka tdk bisa merusak kaum muslimin dgn cara yg telah lumrah dan masyhur dlm ilmu mereka. Kerusakan i’tiqad adl kerusakan dan perusakan yg paling besar dan luas akibatnya. Oleh krn itu Iblis dgn keuletan utk mendapatkan hasil yg gemilang dan besar tercatatlah pada generasi manusia yg kesepuluh pada kaum Nabi Nuh menjadi pemula buah keberhasilan Iblis dlm merusak i’tiqad manusia. Dengan kerusakan inilah mereka dgn serta merta siap utk bersujud kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala berkorban utk selain-Nya bernadzar utk selain-Nya berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala meminta perlindungan pertolongan dan meminta terbebaskan dari malapetaka kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berbagai wujud peribadatan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala yg lain.
Tidak ada kerusakan yg paling besar daripada kerusakan i’tiqad yg muara ada di dlm hati. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah pada jasad ini ada segumpal daging jika dia baik mk seluruh anggota badan akan menjadi baik dan bila rusak mk seluruh anggota badan menjadi rusak. Ketahuilah itulah hati.”
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Karena kedudukan hati terhadap anggota badan bagaikan raja yg berkuasa atas bala tentara di mana semua muncul dari perintahnya. Bala tentara tersebut digunakan sesuai keinginan sang raja dan kesemua berada di bawah perintah dan kekuasan mk anggota badan akan istiqamah atau menyeleweng . Dan hatilah yg akan mengikat dgn segala kekuasaan atau melepaskannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ketahuilah bahwa di dlm jasad ini ada segumpal daging yg bila baik niscaya seluruh jasad akan baik pula.’
Hati merupakan raja bagi seluruh anggota badan. Dan anggota badan akan melakukan segala yg diperintahkan dan akan menerima segala arahannya. Tidak akan mungkin lurus sedikitpun amalan anggota badan tersebut melainkan harus datang dari keinginan dan niat hati. Dan hati akan bertanggung jawab atas seluruh krn tiap pemimpin akan dimintai tanggung jawab tentang kepemimpinannya. Oleh krn itu usaha memperbaiki dan meluruskan adl sebuah usaha yg diprioritaskan utk dilakukan oleh tiap orang . Sedangkan mengoreksi segala penyakit yg mungkin akan timbul dan mengobati adl perkara yg sangat penting yg harus dilakukan oleh ahli ibadah.”

Islam Adalah Agama Yang Hak
Tidak ada yg mengingkari keyakinan bahwa Islam adl agama yg hak kecuali orang2 yg telah tertutup mata hati dari Islam. Islam adl agama yg diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan satu-satu agama yg akan diterima di sisi-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan keyakinan ini dlm banyak tempat seperti firman-Nya:
إِنَّ الدِِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ
“Sesungguh agama yg benar di sisi Allah adl Islam.”
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Dan barangsiapa yg mencari selain Islam sebagai agama mk tdk akan diterima dan dia di akhirat termasuk orang2 yg merugi.”
Sebagai bukti pula tentang kebenaran dan diridhai Islam adl permusuhan non muslim terhadap agama Islam dan penganut sampai hari kiamat. Mereka memperingatkan para pengikut agar tdk sekali-kali masuk ke dlm Islam. Mereka juga mencela dan menghina agama Islam.
يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ
“Dan mereka menginginkan agar cahaya Allah padam dgn lisan-lisan mereka.”
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُوْنِكُمْ لاَ يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُوْرُهُمْ أَكْبَرُ
“Hai orang2 yg beriman janganlah kalian menjadikan orang selain kalian menjadi teman. Mereka tdk henti-henti mencelakakan kalian dan mereka menyukai apa yg memberatkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yg disembunyikan dlm hati mereka lbh besar lagi.”
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيْرٍ
“Dan orang Yahudi dan Nasrani tdk akan ridha kepadamu selama-lama sampai kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguh petunjuk Allah itulah petunjuk.’ Dan jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu ilmu niscaya kamu tdk akan mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari Allah.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita utk menyelisihi orang2 kafir dan melarang menyerupai mereka baik dlm i’tiqad ibadah akhlak perangai ciri khas maupun selainnya. Dan ini merupakan salah satu bukti tentang kebenaran Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita utk memerangi agama kufur dan orang2 kafir baik dgn harta jiwa dan lisan-lisan kita juga menunjukkan kebenaran Islam.
Bukti lain yg menunjukkan kebenaran Islam adl masuk umat-umat non Islam ke dlm agama ini. Tidak lepas dlm hal ini para tokoh agama mereka seperti para pendeta. Mereka kemudian tampil membongkar kedok agama sesat tersebut dan memproklamirkan kebenaran agama Islam.
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِي دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا
“Apabila datang pertolongan dan kemenangan dari Allah. Engkau akan menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk ke dlm agama Allah.”

Islam Adalah Agama Para Nabi dan Rasul
Hal ini dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dlm firman-Nya:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَلاَ نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Bukanlah Ibrahim adl seorang Yahudi atau Nasrani akan tetapi ia adl orang yg lurus dan muslim. Dan ia tidaklah termasuk orang2 musyrik.”
أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْنَ
“ berkata: ‘Engkau adl waliku di dunia dan di akhirat dan matikanlah aku dlm keadaan Islam. Ikut sertakanlah aku bersama orang2 yg shalih.”
Ibnu Katsir v dlm Tafsir- mengatakan: “Ini merupakan sebuah doa dari Yusuf Ash-Shiddiq. Dia berdoa dengan kepada Rabb di saat Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan ni’mat atas dgn berkumpul dia bersama kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Juga ni’mat kenabian dan kekuasaan yg diberikan kepadanya. Dia meminta kepada Rabb agar ni’mat tersebut diabadikan sampai hari akhir sebagaimana Dia telah menyempurnakan di dunia. Juga agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mematikan dlm keadaan muslim. Ini adl penafsiran Adh-Dhahhak.
‘Dan agar Allah mengikutsertakan dia dgn orang2 shalih’ yaitu dari kalangan nabi dan rasul. Mungkin juga Nabi Yusuf mengucapkan doa ini ketika kematian datang menjemput sebagaimana disebutkan dlm dua kitab Shahih dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan ketika ajal beliau datang menjemput: ‘Ya Allah bersama pendamping-pendamping di tempat yg tinggi.’ . Dan mungkin Nabi Yusuf meminta agar mati di atas Islam dan diikutsertakan dgn orang2 shalih apabila ajal telah dekat dan umur telah habis.”
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ
“Dan sungguh Kami telah mengutus pada tiap umat seorang rasul : ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thagut’.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu dlm Kitabut Tauhid menjelaskan: “Agama para nabi adl satu.” Kalimat ini tdk menafikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yg mengatakan:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا
“Setiap nabi Kami jadikan utk mereka syariat dan jalan .”
Karena syariat amaliah berbeda pada tiap umat. Adapun landasan agama adl satu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّيْنِ مَا وَصَّى بِهِ نُوْحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيْمَ وَمُوْسَى وَعِيْسَى أَنْ أَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَلاَ تَتَفَرَّقُوا فِيْهِ
“Dia telah mensyariatkan kepada kalian agama yg telah Dia wasiatkan kepada Nuh dan apa yg Kami telah wahyukan kepadamu serta apa yg kami telah wasiatkan kepada Ibrahim Musa dan ‘Isa: ‘Tegakkanlah agama dan jangan berpecah belah di dalamnya’.” (Al-Qaulul Mufid 1/59)
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
“Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang rasulpun melainkan Kami wahyukan kepada bahwa tdk ada sesembahan yg benar kecuali Aku mk beribadahlah kalian kepada-Ku.”
Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid dan Ibnu Jarir dari Qatadah : “Sesungguh agama yg benar di sisi Allah adl Islam.” Bahwa dia berkata: “Islam adl mempersaksikan bahwa tdk ada sesembahan yg benar melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakui apa yg dibawa oleh Rasulullah dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai agama Allah Subhanahu wa Ta’ala yg telah disyariatkan utk diri Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para rasul dan membimbing para wali-Nya dgn agama itu dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk menerima agama selain serta tdk pula akan memberi ganjaran kecuali dengannya.”
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Adh-Dhahhak ketika menjelaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas: “Tidak diutus seorang nabi pun melainkan dgn Islam.”

Kekufuran Hakikat Satu
Bagi orang yg memiliki bashirah ilmu pengetahuan dia akan mengetahui bahwa sejak zaman keingkaran iblis hingga ada kaderisasi dari kalangan jin dan manusia kekufuran hakikat satu. Inilah contoh keingkaran dan kekufuran iblis kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana telah diceritakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm firman-Nya:
قَالَ يَا إِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِيْنَ. قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ
“Allah berfirman ‘Wahai iblis! Apa yg menghalangimu utk sujud kepada seseorang yg telah Aku ciptakan dgn kedua tangan-Ku? Apakah engkau telah menyombongkan diri atau orang yg meninggikan diri?’ Dia berkata: ‘Aku lbh baik dari Engkau menciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah’.”
Karena keingkaran dan kekufuran iblis kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mk Allah Subhanahu wa Ta’ala mengusir dari rahmat-Nya sehingga dia menjadi orang yg terkutuk. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengusir dari dlm surga:
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيْمٌ. وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
“Allah berfirman ‘Keluarlah kamu dari mk sesungguh kamu adl orang yg terkutuk dan sesungguh atasmu laknat-Ku sampai hari pembalasan’.”
Karena kutukan inilah iblis mencari peluang dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar bisa bermain dgn manuver kekufuran dan kesesatan utk menjauhkan manusia dari jalan Allah dan menjadikan ingkar kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ. إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
“Iblis berkata: ‘Wahai Rabbku berikanlah aku penangguhan sampai hari kebangkitan.’ Allah berfirman ‘Sesungguh kamu memiliki kesempatan sampai waktu yg telah ditentukan’.”
Setelah mendapatkan kesempatan utk mengajak Bani Adam utk kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala diapun berjanji akan benar-benar berusaha dgn penuh kesungguhan utk menyesatkan Bani Adam dgn cara dan jalan apapun. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ . إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
“Iblis berkata: ‘Maka demi kemuliaan-Mu aku akan benar-benar menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yg ikhlas.”
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِيْنَ
“Iblis berkata: ‘Karena Engkau menyesatkanku mk aku akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan-Mu yg lurus. Kemudian aku akan benar-benar mendatangi mereka dari depan mereka belakang mereka samping kanan dan samping kiri mereka sehingga Engkau tdk mendapatkan kebanyakan mereka bersyukur.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan tujuan akhir perbuatan iblis dan bala tentara dari kalangan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan pula tentang siapa yg akan bisa dikuasai oleh iblis dan yg tidak.
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِيْنَ. وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِيْنَ
“Sesungguh hamba-hamba-Ku engkau tdk memiliki kekuasaan atas mereka kecuali orang2 yg mengikutimu dari kalangan orang2 yg sesat. Dan Jahannamlah tempat kembali mereka semuanya.”
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِيْنَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُوْنَ
“Sesungguh setan tdk memiliki kekuasaan atas orang2 yg beriman dan orang2 yg bertawakal kepada Allah. Namun yg mereka kuasai adl orang2 yg menyeleweng dan orang2 yg menyekutukan Allah.”

Islam vs Kufur
Dari uraian di atas jelas bahwa pertarungan antara iman dan kufur adl perjalanan hidup yg mesti terjadi. Karena hal ini merupakan sunnatullah atas hamba-Nya. Janji penyesatan iblis terhadap Bani Adam diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm Al-Qur`an yg akan dibaca sampai hari kiamat. Hal ini menuntut agar kita berusaha menjadi orang yg selamat dari keganasan iblis.
Iblis telah berhasil dgn tipu muslihat mengeluarkan Nabi Adam ‘alaihissalam dan istri beliau dari surga kemudian diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke bumi yg penuh dgn ujian ini. Dialah yg telah menggoda putra Nabi Adam ‘alaihissalam sehingga membunuh saudara sendiri. Dialah yg tampil menjadi ‘pembimbing’ ulung dlm menyesatkan kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam sehingga terjatuh dlm kesyirikan yg besar sebagaimana dlm hadits:
صَارَتِ اْلأَوْثَانُ الَّتِي كَانَتْ فِي قَوْمِ نُوْحٍ فِي الْعَرَبِ بَعْدُ، أَمَّا وَدٌّ كَانَتْ لِكَلْبٍ بِدَوْمَةِ الْجَنْدَلِ، وَأَمَّا سُوَاعٌ كَانَتْ لِهُذَيْلٍ، وَأَمَّا يَغُوْثُ فَكَانَتْ لِمُرَادٍ ثُمَّ لِبَنِي غُطَيْفٍ بِالْجُرْفِ عِنْدَ سَبَإٍ، وَأَمَّا يَعُوْقُ فَكَانَتْ لِهَمْدَانَ، وَأَمَّا نَسْرٌ فَكَانَتْ لِحِمْيَرَ لآلِ ذِي الْكَلاَعِ، أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِيْنَ مِنْ قَوْمِ نُوْحٍ فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ أَنِ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمِ الَّتِي كَانُوا يَجْلِسُوْنَ أَنْصَابًا وَسَمُّوْهَا بِأَسْمَائِهِمْ فَفَعَلُوا فَلَمْ تُعْبَدْ حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ الْعِلْمُ عُبِدَتْ
“Berhala-berhala yg ada di bangsa Arab merupakan berhala di kaum Nabi Nuh. Wadd menjadi milik Bani Kalb di Daumatul Jandal Suwa’ menjadi berhala milik Bani Hudzail Yaghuts menjadi milik Bani Murad kemudian menjadi milik Bani Guthaif di Saba`. Adapun Ya’uq milik Bani Hamdan sedangkan Nasr milik Bani Himyar keluarga Dzil Kala’. Semua adl nama orang2 shalih dari kaum Nabi Nuh. Tatkala mereka binasa setan membisikkan kepada kaum mereka: ‘Dirikanlah berhala-berhala di majelis-majelis mereka dan namailah dgn nama-nama mereka.’ Lalu mereka melakukan dan ketika itu belum disembah. Hingga ketika mereka mati dan ilmu lenyap semua berhala itu diibadahi.”
Iblis juga telah menanamkan taring permusuhan kepada para nabi yg diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn menjadikan kaki tangan dari kalangan manusia sebagai bala tentara yg langsung berhadapan dgn para nabi tersebut. Seperti kaum Nabi Nuh q kaum ‘Ad terhadap Nabi Hud ‘alaihissalam kaum Tsamud terhadap Nabi Shalih ‘alaihissalam kaum Madyan terhadap Nabi Syu’aib ‘alaihissalam Fir’aun dan bala tentara terhadap Nabi Musa ‘alaihissalam bapak Ibrahim ‘alaihissalam dan kaum terhadap beliau kaum Nabi Luth ‘alaihissalam serta kaum jahiliah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka juga memusuhi orang2 yg beriman yg bersama para nabi itu. Di antaranya:
 Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan tentang Nabi Nuh q dan kaum yg menentang dakwah beliau:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ. قَالَ الْمَلأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ
“Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaum dan dia berkata: ‘Wahai kaumku sembahlah Allah. Kalian tdk memiliki sesembahan selain-Nya. Dan aku takut atas azab yg pedih akan menimpa kalian.’ mk para pembesar dari kaum mengatakan: ‘Sesungguh kami melihatmu berada di atas kesesatan yg nyata’.”
 Allah Subhanahu wa Ta’ala bercerita tentang Nabi Hud dan kaum yg menentang dakwahnya:
وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوْدًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُوْنَ. قَالَ الْمَلأُ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِيْنَ
“Dan kepada kaum ‘Ad kami mengutus saudara mereka Hud. Dia berkata: ‘Wahai kaumku sembahlah Allah. Kalian tdk memiliki sesembahan selain-Nya dan tidakkah kalian takut?’ mk para pembesar yg kafir dari kaum berkata: ‘Sesungguh kami melihatmu orang yg bodoh dan kami menyangka bahwa dirimu termasuk orang2 yg berdusta’.”

Islam dan Kufur Dua Nama Yang Tidak Bakal Bersenyawa
Islam adl agama yg benar dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk akan mungkin bertemu dgn kekufuran selama-lamanya. Antara Islam dan agama lain ada furqan yg jauh yg tdk mungkin akan sejalan dan searah. Menyamakan antara ridha dgn murka adl menyelisihi fitrah dan akal sehat. Menyatukan antara yg haq dan yg batil adl sebuah kebatilan dan penyimpangan dari hakikat fitrah yg telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyamakan antara gelap dan terang adl menyelisihi akal tiap manusia. Sehingga usaha menyatukan dua hal yg bertentangan dan bertolak belakang ini adl usaha iblis dlm menyesatkan Bani Adam.
Islam adl agama yg diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala sementara kekufuran adl agama yg dimurkai dan dibenci-Nya. Sebagaimana dlm firman-firman-Nya:
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ
“Sesungguh agama yg benar adl Islam.”
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Dan barangsiapa mencari selain Islam sebagai agama mk tdk akan diterima dari dan di akhirat dia termasuk orang2 yg merugi.”
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah menyempurnakan ni’mat-Ku utk kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”
فَمَنْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ
“Barangsiapa yg Allah inginkan kepada hidayah Allah lapangkan dada dgn Islam.”
أَفَمَنْ شَرَحَ اللهُ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ فَهُوَ عَلَى نُوْرٍ مِنْ رَبِّهِ
“Barangsiapa yg telah dilapangkan dada oleh Allah dgn Islam mk dia berada di atas cahaya dari Allah.”
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلاَ يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ
“Jika kalian kafir mk sesungguh Allah tdk butuh kepada kalian dan Allah tdk meridhai kekufuran dari hamba-hamba-Nya.”

Menyamakan Antara Islam dan Selain adl Pembatal Keislaman
Pembatal Islam adl perkara yg sesungguh telah jelas dlm agama namun tdk sedikit dari kaum muslimin yg terjatuh padanya. Hal ini disebabkan krn jauh mereka dari pengajaran agama yg benar berkuasa hawa nafsu pada diri mereka belenggu taqlid buta dan fanatik serta muncul para da’i di pintu neraka sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhuma.
Sementara ini pembatal keislaman dlm pandangan kaum muslimin terbatas pada sembah sujud kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti yg dilakukan oleh orang2 jahiliah atau pindah agama. Hal ini menyebabkan mereka tdk percaya jika seorang muslim yg melaksanakan rukun-rukun Islam seperti mengucapkan dua kalimat syahadat shalat berpuasa berzakat dan berhaji bisa menjadi kafir atau murtad dari agama. Padahal itu merupakan sesuatu yg sudah jelas perkaranya. Terlebih lagi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dlm firman-Nya:
إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيْمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الضَّالُّوْنَ
“Sesungguhya orang2 yg kafir setelah iman mereka kemudian bertambah kekufuran niscaya tdk akan diterima taubat dan mereka termasuk orang2 yg sesat.”
إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلاَ لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيْلاً
“Sesungguh orang2 yg beriman kemudian menjadi kafir lalu kemudian beriman lagi kemudian menjadi kafir dan bertambah kekufuran niscaya Allah tdk akan mengampuni mereka dan tdk akan menunjuki mereka jalan .”
قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُوْلِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُوْنَ. لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيْمَانِكُمْ
“Katakan: ‘Apakah terhadap Allah ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok? Tidak ada alasan bagi kalian sungguh kalian telah kafir setelah keimanan kalian’.”
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa sangat mungkin seorang yg beriman menjadi kafir kepada Allah l bila dia melakukan sesuatu yg menyebabkan batal Islam sekalipun dia masih shalat berpuasa berhaji dan sebagainya. Ada sepuluh pembatal Islam yg sebagian ulama menyebutkan di dlm kitab-kitab mereka. Ini bukan merupakan suatu batasan namun mereka menyebutkan hal-hal yg paling besar bahaya dan paling banyak terjadi di tengah kaum muslimin di masa mereka. Di antara sepuluh hal yg mereka sebutkan adalah:
1. Menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm peribadahan kepada-Nya.
2. Menjadikan perantara antara diri dgn Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga dia berdoa kepada perantara itu.
3. Orang yg tdk mengkafirkan kaum musyrikin ragu-ragu terhadap kekufuran mereka atau membenarkan madzhab mereka.
4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lbh sempurna daripada petunjuk beliau dan hukum selain hukum beliau lbh baik daripada hukum beliau seperti orang yg mengutamakan hukum buatan orang yg tdk berhukum dgn hukum Allah.
5. Membenci apa-apa yg datang dari Rasulullah n walaupun kecil dan sekalipun dia mengamalkannya.
6. Melecehkan apa-apa yg datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun sedikit.
7. Sihir.
8. Membela kaum musyrikin dan menolong mereka dlm menghadapi kaum muslimin.
9. Meyakini boleh keluar dari agama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana keluar Khidhir dari ajaran Nabi Musa ‘alaihissalam.
10. Berpaling dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala pada perkara-perkara yg paling inti arti dia tdk mau mempelajari atau beramal dengannya.

Sungguh menyamakan Islam dgn agama selain termasuk salah satu pembatal keislaman dan menyebabkan penyeru kafir murtad dari agama.

Bahaya Konsep Menyamakan Islam dgn Selainnya
Sekali lagi sebuah konsep peneluran iblis ini sangat membahayakan keyakinan kaum muslimin jika mereka menerimanya. Oleh krn itu tiap muslim wajib mengingkari hal tersebut baik dgn lisan atau tulisan dan meyakini bahwa ini adl seruan menuju keingkaran kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yg lbh berbahaya dari nuansa karikatur. Bahaya konsep ini terlihat dari beberapa hal di bawah ini:
Pertama: Penentangan terang-terangan terhadap nash-nash Al-Qur`an atau hadits shahih yg telah menjelaskan perbedaan antara Islam dan kufur haq dan batil syirik dan tauhid sunnah dan bid’ah serta petunjuk dgn kesesatan berikut nash-nash yg melarang kita utk menyerupai mereka.
فَذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ فَأَنَّى تُصْرَفُوْنَ
“Demikianlah Allah adl Rabb kalian yg haq dan tidaklah setelah kebenaran melainkan kesesatan. mk bagaimana kalian dipalingkan?”
Kedua: Penghinaan terhadap Islam sebagai agama yg benar dan sebalik memuji agama kekafiran. Tentu ini adl sebuah kekafiran.
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ
“Sesungguh agama yg benar adl Islam.”
Ketiga: Meruntuhkan kaidah ingkarul mungkar dlm agama.
Keempat: Menumbangkan panji jihad di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada kaum mukminin utk memerangi orang2 kafir.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
“Wahai nabi perangilah orang2 kafir munafik dan bersikap tegaslah kalian terhadap mereka. Dan tempat kembali mereka adl Jahannam dan adl sejelek-jelek tempat kembali.”
Dan tentu masih banyak lagi bahaya-bahaya konsep iblis ini. Dan ini merupakan ru`usul aqlam .
Wallahu ta’ala a’lam.

Penulis Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah
Sumber: http://www.asysyariah.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: