JUsT LeArN 'n LEaRn… fRoM Now On 'tiL ThE eNd..

Juni 7, 2011

Zionis, Tidak Selamanya Yahudi

Filed under: Uncategorized — upikjoe @ 1:41 am

Dr. Fayez Rasyed*

Zionisme adalah lebih kental aliran politik yang hingga pada titik ideologi. Jika demikian, aliran ini dianut oleh banyak orang dari selain orang yahudi. Barangkali penamaan Zion – Cristian lebih tepat bagi mereka. (Elit gerakan Kristen Fundamentalis meyakini bahwa yahudi memiliki hak historis, theologi dan hukum di tanah yang disebut “Israel” dan bahwa tuhan memperlakukan bangsa-bangsa sebagaimana bangsa-bangsa itu memperlakukan Israel, dan bahwa melawan Israel adalah melawan tuhan; Dr. Yusuf Al-Hasan, Dimensi Agama dalam Politik Amerika terhadap konflik Arab – Zionis Israel). Zionis memanfaatkan keyakinan-keyakinan seperti ini untuk “mencetak” sebagian besar Kristen Amerika Serikat dan negara dunia lainnya menjadi “pasukan” yang bekerja mendukungnya melalui gereja, sekolah, perguruan tinggi, organisasi, TV, radio, bank, yayasan, lembaga keuangan, Israel berusaha mendapatkan dukungan untuk kepentingannya. Penganut ideologi seperti ini di kalangan gerakan Kristen rela merogoh kocek jutaan. Kucuran dana mereka untuk mendukung Israel lebih banyak dari komunitas zionisme sendiri.

Contoh paling tepat penganut aliran ini adalah Pastor Jerry Farwell, yang di Amerika dikenal sebagai bapak moralis mayoritas yang tidak pernah sungkan mendeklarasikan “kezionisannya”. Dia bilang, “Saya zionis, saya percaya secara teori, kenabian dan politik bahwa tanah Palestina dan Jordania adalah milik bangsa Israel. Menurut saya, alangkah baiknya jika Israel tidak mengambil keputusan mengembalikan tanah itu kepada tetangga Arabnya. Jika Israel tidak ada maka kepentingan barat akan terancam oleh Arab. Karenanya, Israel harus kuat.”

Ucapan ini tak berbeda dengan statemen American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dari latar belakang politik, ekonomi, perdagangan, keuangan, industri militer yang memiliki kepentingan langsung dalam perang-perang yang dilancarkan oleh Israel.

Ini sama dengan penganut teori imperialisme yang tujuannya sesuai dengan dengan gagasan gerakan Zionisme. Dari sisi akar koalisi klasik antara gerakan zionisme sejak dibentuk dan gerakan imperialisme yang meresminkan koalisi ini dalam kesepakatan Campbell – Bannerman tahun 1908 ketika sejumlah negara-negara Eropa menyetujui pembentukan “kekuatan sahabat imperialisme” di Palestina yang dilawan oleh warga kawasan Arab. Itulah kekuatan yang mencegah persatuan dan hubungan antara bangsa Arab di Asia dan Afrika. Peresmian koalisi terus berlanjut hingga kesepakatan Sykes-Picot, Balfour Declaration (Deklarasi Janji Balfour) British Mandate (penjajahan Inggris di Palestina), sejak tanggal itu hingga sekarang ini.

Di tengah dunia yang terus berkembang, Israel – dengan gerakan Zionisme Internasional di belakangnya yang menyatakan diri sebagai gerakan pembebasan nasional – memanfaatkan Amerika sebagai “kekuatan adidaya daya dunia” dengan pengaruh globalnya terhadap dunia ketiga melalui tekanan-tekanannya. Akhirnya, Israel pun bisa memanfaatkan kepentingan negara-negara yang dipengaruhi Israel untuk mendukung politiknya. Karenanya, kita saksikan infiltrasi zionis Israel di negara-negara tersebut.

Bersamaan munculnya gerakan-gerakan pembebasan nasional di Asia, Afrika, Amerika Latin, gerakan Nazaret, Konferensi Bandung, pembentukan Negara Non-Blok, gerakan pembebasan nasional Arab, kemudian di Palestina, maka manipulasi, mitos-mitos zionisme Israel mulai terkuat satu persatu. Apalagi zionis Israel mendukung rezim-rezim diktator dan kecenderungan kolonialisme secara umum. Karenanya, pengaruh zionisme dalam hal ini mulai pudar. Hingga terbitlah resolusi DK PBB no. 3379 dalam pertemuan tahunannya tahun 1975 yang mengecam gerakan Zionisme sebagai bentuk gerakan rasis diskriminatif.

Zionisme juga berdiri di belakang lembaga-lembaga dan gerakan-gerakan lain yang bergerak di porosnya seperti gerakan Freemansonry.

Di lain sisi, agar seseorang menjadi zionis maka dia harus memenang keyakinan idielogi zionisme seperti politik dan gagasan yang mendukung kepentingan Israel, normalisasi dengan Israel, mengingkari hak-hak nasional Palestina (hak pengungsi Palestina untuk kembali, menentukan nasib sendiri, mendirikan negara Palestina merdeka dengan kedaulatan penduh). Itulah zionisme.

Penulis ingat ketika perang Israel ke Libanon tahun 2008, ada sebagian orang yang berharap kemenangan Israel atas Hizbullah agar bahaya Syiah di kawasan Arab tidak mengancam. Para penganut ideologi zionisme menganggap bahwa “harapan” dan “pemikiran” di atas membantu kepentingan gerakan zionisme. Agen-agen Israel juga penganut zionisme.

Artikel ini tidak bermaksud membesar-besarkan peran gerakan zionisme di dunia. Namun ingin menegaskan bahwa mereka memiliki peran dan peran kekuatan pendukung gerakan zionisme dari selain orang yahudi. Tidak semua yahudi adalah zionis sebab ada zionis selain orang yahudi. (bsyr)

* Kolumnis Palestina /www.infopalestina.com/

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: